Apakah Virus Corona Bakal Memengaruhi Ekonomi Dunia? Simak Penjelasannya

Kompas.com - 27/01/2020, 12:37 WIB
Sebuah mobil melaju sendiri di jalanan kota Wuhan, China, yang sepi akibat wabah virus corona yang mematikan, Minggu (26/1/2020). AFP/HECTOR RETAMALSebuah mobil melaju sendiri di jalanan kota Wuhan, China, yang sepi akibat wabah virus corona yang mematikan, Minggu (26/1/2020).

NEW YORK, KOMPAS.com - Wabah virus corona sudah menghantui pergerakan pasar selama sepekan. Tepatnya seusai penandatanganan kesepakatan dagang fase satu antara AS dan China.

Sentimen negatif ini juga terus membayangi pergerakan aset, termasuk aset di emerging market.

Mengutip CNN, Senin (27/1/2020), investor kini tengah waspada terhadap dampak ekonomi secara global atas wabah virus yang mulai di Wuhan, China, ini.

Baca juga: Lion Air: Penerbangan ke Wuhan Sudah Sesuai Aturan

Virus itu muncul di kota Wuhan, China, bulan lalu dan telah menginfeksi ratusan orang di seluruh dunia, termasuk tiga kasus yang terjadi di Amerika Serikat. Korban tewas di China juga terus meningkat menjadi lebih dari 50 orang.

"Penyebaran virus yang cepat berarti tidak ada lagi keraguan bahwa itu akan mengganggu perekonomian kuartal ini," kata Julian Evans-Pritchard, ekonom senior China di Capital Economics.

Di sisi lainnya, wabah virus corona juga membawa kembali kenangan tentang virus SARS yang sangat menular dan menyebabkan kepanikan global pada tahun 2003. Virus yang juga berasal dari China ini menginfeksi lebih dari 8.000 orang dan membunuh 774 orang kala itu.

Baca juga: Antisipasi Virus Corona, Kemenhub Larang Maskapai Nasional Terbang ke Wuhan

Kejadian ini juga membuat PDB China merosot dari kuartal ke kuartal pada saat itu.

China sebagai negara ekonomi terbesar selain AS, kemudian berjuang mati-matian mengembalikan kerugiannya. Apalagi, penerbitan larangan wisata ke kawasan tersebut dan dampaknya pada ekspansi penjualan ritel membuat kondisi ekonomi China semakin melambat.

Namun, Bank Dunia menyebutkan, meskipun melambat, tetapi pergerakannya tidak negatif atau tumbuh lebih dari 10 persen (sedikit lebih cepat dari tahun sebelumnya).

Belajar dari kasus tersebut investor dan ekonom benar-benar sangat khawatir tentang virus corona.

"Kekhawatiran tumbuh saat larangan perjalanan wisata dibatasi dan akan mulai memiliki dampak besar pada perekonomian dan PDB China pada kuartal pertama 2020," jelas Edward Moya, analis pasar senior di Oanda.

Kerugian tak sampai di situ saja, penutupan bisnis wisata seperti taman Disney Shanghai juga dinilai dapat menekan pengeluaran konsumen pada saat yang sangat sulit seperti ini.

Sementara itu, data pasar Eropa menunjukkan pertumbuhan lebih tinggi pada hari Jumat lalu menyusul data ekonomi yang lebih baik dari perkiraan dari Jerman.

Namun, jika ekonomi China tumbuh pada kecepatan yang lebih lambat dari yang diharapkan, maka ini akan terdampak pada negara-negara Eropa yang bergantung pada ekspor China.

Baca juga: Menhub: Larangan Terbang ke Wuhan Mungkin Bisa Satu Bulan



Sumber CNN
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X