Selain ke Wuhan, Pemerintah Tak Larang Penerbangan ke China

Kompas.com - 27/01/2020, 15:18 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (27/1/2020). Kompas.com/AKHDI MARTIN PRATAMAMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (27/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memutuskan maskapai nasional hanya dilarang melayani penerbangan dari dan ke Wuhan, China saja. Untuk wilayah lain di China, maskapai nasional masih diperbolehkan melayani penerbangannya.

Pelarangan penerbangan dari dan ke Wuhan ini untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona masuk ke Indonesia.

“Ya saya pikir dengan keadaan di Wuhan, yang menutup hanya Wuhan saja, ke kota-kota lain kita tetap melakukan penerbangan,” ujar Budi di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (27/1/2020).

Budi menilai Kemenhub belum perlu melarang maskapai nasional melayani penerbangan di China selain ke Wuhan. Hal ini didasari dari pernyataan WHO yang menyebut penyebaran virus Corona masih di wilayah Wuhan saja.

“Pertimbangannya enggak ada pernyataan kebahayaan dari WHO. Kita bersandarkan hal itu,” kata Budi.

Baca juga: Analis: Sentimen Virus Corona Hanya Berpengaruh Sesaat Terhadap Pasar

Kendati tak ada pelarangan terbang selain ke Wuhan, Budi mengaku akan memperketat pengawasan di bandara, khususnya di terminal kedatangan internasional.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kalau ada penumpang yang dari sana (China) ke sini (Indonesia) ada suatu pemeriksaan tertentu, ada prosedur tertentu. Tapi kita sarankan karena ini juga di negara lain juga welcome ya, kita juga harus welcome dan harus santun untuk melakukannya,” ucap dia.

Virus Corona (coronavirus) tengah menjadi perhatian dunia. Pasalnya selain mulai menyebar di kota Wuhan, China, virus corona jenis baru tersebut juga terdeteksi hingga Amerika Serikat.

Berdasarkan informasi dari Komisi Kesehatan Nasional China, virus corona memiliki kemiripan seperti virus SARS dan MERS yang dapat mengakibatkan kematian bagi penderitanya.

Sejak diketahui sebagai wabah misterius yang menyebabkan pneumonia, jumlah pasien yang terinfeksi virus ini terus bertambah.

Hingga Senin pagi, Pemerintah China menyatakan, korban meninggal akibat wabah virus corona mencapai 80 orang dengan lebih dari 2.300 orang terinfeksi. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.