Saham Sektor Penerbangan dan Pariwisata Paling Terdampak Virus Corona

Kompas.com - 27/01/2020, 16:41 WIB
Para pengunjung mengenakan masker pelindung wajah di kawasan Marina Bay di Singapura, Sabtu, (26/1/2020), menyusul temuan warga diduga terinfeksi virus corona di negara itu. Hingga saat ini, sudah 12 negara di berbagai belahan Bumi yang positif mengumumkan terdampak virus corona yang dilaporkan sudah menjangkiti 1.300 orang dan membunuh 41 orang di China. AFP/ROSLAN RAHMANPara pengunjung mengenakan masker pelindung wajah di kawasan Marina Bay di Singapura, Sabtu, (26/1/2020), menyusul temuan warga diduga terinfeksi virus corona di negara itu. Hingga saat ini, sudah 12 negara di berbagai belahan Bumi yang positif mengumumkan terdampak virus corona yang dilaporkan sudah menjangkiti 1.300 orang dan membunuh 41 orang di China.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Anugerah Mega Investama, Hans Kwee menyebut, sektor penerbangan dan pariwisata sangat terpengaruh merebaknya virus corona di sejumlah negara.

Melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) industri penerbangan di RTI, saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk  dengan kode emiten GIAA terus melemah alias zona merah.

Pada Senin (27/1/2020) siang, sekitar pukul 14.30 WIB, saham GIAA melemah sebesar minus 26 poin atau 6,31 persen ke level Rp 386.

Sementara, saham PT Airasia Indonesia Tbk (CMPP) flat di level Rp 184.

Baca juga: Analis: Sentimen Virus Corona Hanya Berpengaruh Sesaat Terhadap Pasar

Saham anak usaha GIAA yaitu Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) juga bergerak merosot 8 poin (-6,45 persen) ke level Rp 116.

"Sektor yang terpengaruh banyak biasanya penerbangan terganggu. Kemudian sektor lain adalah pariwisata, juga terpengaruh," ujarnya kepada Kompas.com, Jakarta, Senin (27/1/2020).

Pergerakan IHSG selanjutnya untuk saham sektor pariwisata ada PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk (PDES) yang menunjukkan tidak ada pergerakan saham dan berada di level Rp 900.

Kemudian, saham perhotelan, PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID) dan PT Saraswati Griya Lestari Tbk (HOTL) juga bergerak flat alias stagnan.

Baca juga: Ekonom: Virus Corona Tak Akan Berdampak Signifikan ke Ekonomi RI

Sementara itu, saham PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) sama seperti dua perhotelan lainnya bergerak flat atau stagnn di level Rp  920.

Memang, Hans melihat pada Jumat (24/1/2020) IHSG sempat bergerak di zona hijau. Sebab, virus corona dianggap bukan kejadian luar biasa.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X