Alipay Belum Bisa Dipakai di Indonesia, Ini Sebabnya

Kompas.com - 27/01/2020, 17:11 WIB
Ilustrasi Alipay. SHUTTERSTOCK/TY LimIlustrasi Alipay.

JAKARTA, KOMPAS.com - Dompet digital milik raksasa e-commerce China Alibaba, AliPay masih belum mendapatkan izin untuk bisa digunakan bertransaksi di Indonesia.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Sugeng menjelaskan, seharusnya dompet digital tersebut bekerja sama dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Namun demikian, AliPay belum memenuhi beberapa persyaratan dokumen untuk bisa beroperasi di dalam negeri.

"Itu persyaratannya udah kita koreksi. Dokumen-dokumen ada yang enggak lengkap, dan kita sudah kembaliin untuk melengkapi. Tapi sekarang belum balik lagi," ujar Sugeng di kawasan parlemen, Senin (27/1/2020).

Baca juga: Jelang Tenggat, Izin Kerja Sama Bank dengan AliPay Belum Juga Terbit

Adapun Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, semua dompet digital asing harus menggunakan mata uang rupiah dan bertransaksi dengan QR Indonesia Standard (QRIS).

Selain itu dia juga mengatakan dompet digital yang bekerja sama dengan bank BUKU IV dalam negeri harus memenuhi standardisasi Open Application Programming Interface.

"Kami akan lakukan standardisasi nanti dengan standar Indonesia, sehingga nyambung antara transkasi bank dan fintech," ujar dia.

BI sebelumnya telah memberi izin operasional untuk WeChat Pay. Dompet digital tersebut menggandeng Bank CIMB Niaga (Tbk) untuk bisa beroperasi di dalam negeri.

Baca juga: BNI Tinggalkan WeChat dan AliPay, Ini Alasannya

Sugeng mengatakan, pihaknya telah memberikan izin operasional kepada Wechat Pay sejak 1 Januari 2020.

“WeChat Pay sekarang sudah legal,” katanya, Sabtu (11/1/2020).

Sugeng menjelaskan tugas bank BUKU IV di sini akan menjadi acquirer yang memproses transaksi para penerbit asing tersebut. Sekaligus sebagai penampung dana floating minimum 30 persen harus ditempatkan di bank BUKU IV.

Artinya, Wechat Pay akan mendapatkan karpet merah saat masuk ke sistem pembayaran di Indonesia. Pasalnya, kehadiran Wechat Pay bersamaan dengan implementasi Quick Response Indonesia Standard ( QRIS).

Sebelumnya, Wechat Pay hadir di tanah air secara ilegal. Uang elektronik asal China ini banyak dipakai oleh turis-turis asing yang berasal dari China untuk melakukan pembayaran di Indonesia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X