Virus Corona Bikin Ritel Ternama hingga Produsen Barang Mewah Meringis

Kompas.com - 28/01/2020, 13:25 WIB
Seorang pria mengenakan masker saat mengendarai sepeda motor di jalanan kota Wuhan, China, yang sepi akibat wabah virus corona yang mematikan, Minggu (26/1/2020). AFP/HECTOR RETAMALSeorang pria mengenakan masker saat mengendarai sepeda motor di jalanan kota Wuhan, China, yang sepi akibat wabah virus corona yang mematikan, Minggu (26/1/2020).
|

Begitu juga Renault (RNLSY), salah satu pabrikan otomotif mewah, dan Peugeot (PUGOY) yang bahkan memulangkan staf dan ekspatriat yang keluarganya berada di wilayah Wuhan.

Baca juga: AirAsia Batalkan Penerbangan ke Wuhan karena Virus Corona, Ini Kompensasi buat Penumpang

Wakil Menteri Transportasi China, Liu Xiaoming mengatakan, perjalanan transportasi di hari pertama Tahun Baru Imlek anjlok hampir 30 persen dibandingkan tahun lalu. Perjalanan yang menggunakan moda pesawat dan kereta api turun lebih dari 41 persen.

Jaringan hotel besar termasuk IHG (GXMLF), Marriott (MAR), dan Accor (ACCYY) berbondong-bondong menghapuskan biaya pembatalan hingga 8 Februari untuk pemasanan hotel di China dan sekitarnya.

Operator maskapai termasuk Cathay (CPCAY) dan Qantas (QABSY) pun menawarkan pengembalian uang secara penuh untuk penumpang yang bepergian ke/dari China mulai 24 Januari hingga akhir Februari.

Baca juga: Saham Sektor Penerbangan dan Pariwisata Paling Terdampak Virus Corona

Agen perjalanan terbesar China Trip.com (TCOM), juga dikenal sebagai CTrip, melakukan hal serupa. Agen perjalanan itu menawarkan pelanggan pembatalan gratis di semua hotel, layanan penyewaan mobil, dan tiket untuk tempat wisata di Wuhan hingga 31 Januari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepala penelitian China di Pusat Studi Strategis dan Internasional Washington, Jude Blanchette menuturkan, wabah corona virus merupakan waktu yang buruk bagi China setelah tahun lalu berperang sengit dengan AS.

"Seharusnya Tahun Baru Imlek adalah peristiwa ekonomi tunggal terbesar di China, di mana masyarakat menghabiskan lebih dari 150 miliar dollar AS tahun lalu pada saat itu. Implikasi ekonomi bisa signifikan," ungkap dia.

Hingga saat ini, 2.800 orang di China daratan terkonfirmasi terjangkit virus. Lusinan orang lainnya seperti AS, Australia, dan Jepang ikut terinfeksi. Adapun 57 juta orang di 15 kota di China dilarang bepergian.

Baca juga: Lowongan Kerja BUMN, dari Telkom hingga Nindya Karya

Halaman:


Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.