Lewati Jakarta, Bekasi Jadi Kota dengan Biaya Konsumsi Tertinggi di Indonesia

Kompas.com - 28/01/2020, 14:32 WIB
Landmark Kota Bekasi Landmark Kota Bekasi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kota Bekasi menjadi kota dengan nilai rata-rata konsumsi rumah tangga sebulan tertinggi di Indonesia.

Begitu hasil Survei Biaya Hidup (SBH) 2018 dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang diumumkan pada Selasa (28/1/2020).

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, nilai konsumsi sebulan di Bekasi mencapai Rp 13,6 juta. Angka itu melewati Jakarta yang rata-rata hanya Rp 13,5 juta per bulan.

"Namun bila dilihat lebih rinci, DKI Jakarta terdiri dari 5 kota," ujarnya di Kantor BPS.

Baca juga: Dengan Jalan Tol Ini Waktu Tempuh Bekasi-Tanjung Priok Terpangkas hingga 2 Jam

BPS mengatakan beberapa wilayah di Jakarta punya tingkat konsumsi lebih tinggi dari Bekasi. Misalnya pengeluaran rumah tangga sebulan di Jakarta Utara berkisar Rp 15,9 juta, Jakarta Selatan Rp 14,9 juta, dan Jakarta Barat Rp 13,6 juta.

Namun bila dirata-rata seluruh Jakarta, maka hasilnya masih ada di bawah Bekasi.

Selanjutnya setelah Bekasi dan Jakarta, ada Surabaya dengan nilai konsumsi rumah tangga Rp 11,9 juta per bulan, Depok Rp 11 juta per bulan, dan Makassar Rp 10 juta per bulan.

"5 kota dengan nilai konsumsi hasil SBH 3018 terendah, antara lain Cilacap (Rp 4,8 juta), Banyuwangi (Rp 5,04 juta), Sibolga (Rp 5,08 juta), Maumere (5,1 juta) dan Bulukumba (Rp 5,2 juta)," sebut Suhariyanto.

Baca juga: Virus Corona Bikin Ritel Ternama hingga Produsen Barang Mewah Meringis

BPS mencatat ada 835 jumlah komoditas terpilih yang masuk dalam Paket Komoditas Nasional hasil Survei Biaya Hidup (SBH) 2018.

Komoditas terpilih tersebut menyempurnakan paket komoditas dan diagram timbang hasil SBH 2012 yang sebelumnya digunakan.

Dari 835 jumlah komoditas terpilih, terdapat 98 jumlah komoditas baru yang terpilih dan 101 jumlah komoditas yang hilang.

Baca juga: RI Jadi Satu-satunya Negara Pembuat Kapal Selam di ASEAN

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, BPS harus menyusun dan memasukkan beberapa komoditas baru tersebut untuk menyesuaikannya dengan perkembangan teknologi yang akhirnya menggeser pengeluaran masyarakat.

Dia bilang, perkembangan membuat masyarakat mengubah gaya hidup pengeluaran, sehingga perlu ada komoditas baru yang dimasukkan sebagai bahan perhitungan dan ada pula yang dihilangkan.

Adapun beberapa komoditas baru yang terpilih, meliputi lampu LED/hemat energi, jasa penitipan anak/day care, tas travel/koper, kereta bayi/stroller, sewa tempat karaoke, obat-obatan herbal, charger, power bank, aksesoris hp, dan jasa foto studio.

Baca juga: Edhy Prabowo: Berani Kritik Menteri, Naik Jabatan

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanggapi Pembentukan Nusantara Life, Nasabah Jiwasraya: Kami Ingin Uang Kami Kembali

Tanggapi Pembentukan Nusantara Life, Nasabah Jiwasraya: Kami Ingin Uang Kami Kembali

Whats New
Sempat Betah di Zona Hijau, IHSG Ditutup Turun 0,46 Persen

Sempat Betah di Zona Hijau, IHSG Ditutup Turun 0,46 Persen

Earn Smart
Bukopin: Kookmin Bank Ajarkan Kami Jadi Bank Global

Bukopin: Kookmin Bank Ajarkan Kami Jadi Bank Global

Whats New
Soal Redenominasi, Sri Mulyani: Itu Selalu Ada di Dalam Prolegnas

Soal Redenominasi, Sri Mulyani: Itu Selalu Ada di Dalam Prolegnas

Whats New
Akhir Kasasi Sengketa Merek Eiger...

Akhir Kasasi Sengketa Merek Eiger...

Whats New
Petinggi Bank-bank Papan Atas Nasional Temui Menko Perekonomian, Apa yang Dibahas?

Petinggi Bank-bank Papan Atas Nasional Temui Menko Perekonomian, Apa yang Dibahas?

Whats New
Erick Thohir: Saya Lihat Vaksin Corona Belum Bisa Ditemukan dalam Waktu Singkat

Erick Thohir: Saya Lihat Vaksin Corona Belum Bisa Ditemukan dalam Waktu Singkat

Whats New
Agar Transaksi Tetap Aman Selama PSBB Transisi, Bagaimana Caranya?

Agar Transaksi Tetap Aman Selama PSBB Transisi, Bagaimana Caranya?

Whats New
Beberapa Sektor Membaik, Penerimaan Pajak Masih Jeblok 12 Persen

Beberapa Sektor Membaik, Penerimaan Pajak Masih Jeblok 12 Persen

Whats New
Bandingkan dengan Turki, Sri Mulyani Sebut Ekonomi Indonesia Relatif Stabil

Bandingkan dengan Turki, Sri Mulyani Sebut Ekonomi Indonesia Relatif Stabil

Whats New
Menkop Teten: Ekspor Produk UMKM Naik Sebesar 14 Persen

Menkop Teten: Ekspor Produk UMKM Naik Sebesar 14 Persen

Whats New
Ditargetkan Beroperasi Tahun Depan, Pembangunan Tol Cibitung-Cilincing Capai 74 Persen

Ditargetkan Beroperasi Tahun Depan, Pembangunan Tol Cibitung-Cilincing Capai 74 Persen

Whats New
Sri Mulyani: Penerimaan Negara -9,8 Persen Semester I 2020

Sri Mulyani: Penerimaan Negara -9,8 Persen Semester I 2020

Whats New
Klaim Jaminan Hari Tua BP Jamsostek Naik 4 Kali Lipat, Kenapa?

Klaim Jaminan Hari Tua BP Jamsostek Naik 4 Kali Lipat, Kenapa?

Whats New
Garuda Indonesia Berharap Dana Talangan Pemerintah Rp 8,5 Triliun Segera Direalisasikan

Garuda Indonesia Berharap Dana Talangan Pemerintah Rp 8,5 Triliun Segera Direalisasikan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X