Luhut Minta Tambahan Gedung Kantor Baru ke Kemenkeu

Kompas.com - 28/01/2020, 15:26 WIB
Menko Maritim dan Investasi, Luhut B Pandjaitan mengadakan Coffee Morning bersama sejumlah awak media nasional dan luar negeri, di Kantor Kemenko Maritim dan Investasi, Jakarta, Jumat (17/1/2020). Humas Kemenko Maritim dan InvestasiMenko Maritim dan Investasi, Luhut B Pandjaitan mengadakan Coffee Morning bersama sejumlah awak media nasional dan luar negeri, di Kantor Kemenko Maritim dan Investasi, Jakarta, Jumat (17/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan ( Kemenkeu), Isa Rachmatarwata mengatakan, pihaknya tengah mendapat perintah oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritimandan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan agar mencari lokasi gedung baru untuk instansinya.

"Oh ini, kantor. Tempat untuk kantor. Ya kita cari dulu tempat yang ada. Kalau tempatnya ada kan kita optimalkan," kata Isa di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Selasa (28/1/2020).

Lebih lanjut Isa menjelaskan, penambahan kantor baru kementerian yang dipimpin oleh Luhut ini dengan alasan kapasitas jumlah pegawai instansi tersebut yang terus bertambah. Ditambah lagi, adanya penambahan deputi di institusinya.

Baca juga: Usai Kunker ke Swiss, Luhut Sebut Investor Berbagai Negara Tertarik Investasi di RI

Maka wajar, bila Luhut meminta tambahan gedung baru lagi.

"Tempat untuk kantor. Kan Menko (Maritim) makin gede sekarang. Perlu tempat yang lebih luas. Itu saja," ujarnya.

Namun, Isa tidak menyebutkan anggaran untuk penambahan kantor baru tersebut. Untuk saat ini, dia fokus mencari lokasi gedung baru buat mantan komandan Kopassus tersebut.

Rencananya tambahan gedung baru Kemenko Marves ini letaknya tetap berada di area Jakarta Pusat.

"Ya kan enggak harus berarti anggaran. Ya nanti kita lihat, kita cari. Masih nyari. Masih baru dikasih tahu. Butuhnya berapa itu belum lengkap ya," ucapnya.

Baca juga: Sudah Ada BKPM, Mengapa Luhut Sibuk Urus Investasi?

Selain itu, Isa tidak menyebutkan secara detail berapa luas lahan yang dibutuhkan. Namun, dari permintaan mantan Menko Polhukam ini, dibutuhkan lahan yang luas untuk menampung seluruh pegawainya.

"Bahwa perlu tanah lebih luas. Itu saja," ujarnya.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X