Pengawasan OJK ke Industri Keuangan Lemah, Indef Ajukan 3 Rekomendasi

Kompas.com - 28/01/2020, 20:00 WIB
Logo OJK KOMPAS.com/BAMBANG P. JATMIKOLogo OJK

JAKARTA, KOMPAS.com - Ekonom Institute of Development Economics and Finance ( Indef), Bhima Yudhistira Adhinegara menilai banyak celah pengawasan di industri keuangan yang tak disentuh oleh OJK.

Atas kelemahan itu, Indef mengajukan tiga rekomendasi yang perlu dilakukan OJK, Selasa (28/1/2020).

Pertama, menambah SDM pengawasan khususnya di industri keuangan non-bank (asuransi dan lembaga pembiayaan). Kedua, OJK perlu mengefektifkan anggarannya, dengan cara menunda rencana pembangunan gedung dan menambah alokasi anggaran perlindungan nasabah.

Baca juga: Industri Keuangan Menilai Pengawasan yang Dijalankan OJK Belum Baik

Ketiga, OJK perlu melakukan pengawasan saham-saham berkapitalisasi kecil dan perusahaan yang baru tercatat perdana (Initial Public Offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menekan potensi "penggorengan" saham.

Rilis S&P Global Rating menunjukkan, industri perbankan Indonesia dianggap memiliki risiko yang relatif tinggi dibanding beberapa negara di kawasan Asia Pasifik.

Risiko tersebut diukur dari persepsi terhadap risiko ekonomi dan risiko industri. Kasus-kasus yang mencuat di industri keuangan nasional belakangan mencerminkan tingginya kerentanan industri keuangan di Tanah Air.

"Kondisi tersebut pula yang membuat peran OJK dipertanyakan. Sebab, bicara tentang pengelolaan risiko industri keuangan, peran sentral OJK dalam tata kelola industri keuangan nasional tidak bisa dilepaskan," jelas Bhima.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X