4 Tren Customer Service yang Perlu Anda Ketahui

Kompas.com - 29/01/2020, 11:00 WIB
Ilustrasi: Customer Service Zalora saat Harbolnas 2018 LazadaIlustrasi: Customer Service Zalora saat Harbolnas 2018

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelayanan pelanggan atau customer service merupakan hal penting bagi suatu bisnis yang berbasis online untuk mempertahankan para pelanggan atau menambah pelanggan baru.

Dilansir dari Inc.com pelayanan pelanggan yang optimal adalah kunci menuju bisnis yang sukses.

Sebuah survei dari Microsoft pada tahun 2017 menunjukkan bahwa 54 persen pelanggan memiliki ekspektasi yang lebih tinggi kepada pelayanan pelanggan dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca juga: Survei: "Customer Care" Buruk, Pelanggan Pindah

Untuk itu bagi pembisnis terutama online maka penting sekali memahami apa pelayanan masyarakat. Berikut ini simak pelayanan pelanggan yang bisa Anda coba.

1. Responsif dan Cepat

Era digital yang cepat saat ini, para pelanggan menginginkan respon dan pelayanan yang cepat pula. Menurut HubSpot Research, 90 persen pelanggan menilai respon langsung dari pemilik bisnis saat mereka bertanya sangatlah penting, dan 60 persen pelanggan mendefinisikan respon langsung tersebut selama 10 menit atau kurang.

Untuk itu, menjadi responsif saat pelanggan bertanya adalah hal yang penting. Dengan menjadi responsif, pelanggan merasa puas akan pelayanan yang kita berikan dan mampu membuat mereka menjadi pelanggan yang loyal.

2. Customer Service dengan Chatbot

Bagi beberapa bisnis kecil, menjawab secara responsif dan cepat selama 24/7 mungkin menjadi hal yang sulit dilakukan. Untungnya, kini sudah ada teknologi bernama chatbot, yaitu sebuah sistem komunikasi otomatis yang dapat berkomunikasi dengan pelanggan, melalui pesan teks.

Dengan menerapkan chatbot yang didukung oleh Artifical Intelligence (AI), maka pelanggan dapat memiliki real-time conversation dan mendapat jawaban atas pertanyaan mereka secara cepat. Hal tersebut secara tidak langsung dapat meningkatkan kepuasan pelanggan.

Ada banyak hal yang bisa dilakukan oleh chatbot. Misal, sebelum pelanggan memutuskan untuk membeli produk yang kita tawarkan, mereka dapat bertanya kepada chatbot mengenai hal tersebut.

Namun terkadang menggunakan Chat Bot juga memiliki kekurangan yakni jawaban yang diberikan terkadang tak memuaskan.

Seiring perkembanganya, penggunaan chatbot semakin mudah, terutama bagi para pebisnis. Kita pun dapat menerapkannya di berbagai platform, seperti website, Mesengger, Twitter, dan lain-lain.

3. Pilihan Self-Help untuk pelanggan.

Selain adanya pelayanan yang responsif, rupanya pelanggan pun menginginkan adanya pilihan self-help alias petunjuk yang dapat dibaca atau dipelajari seorang diri.

Singkatnya, pelanggan kini menjadi lebih mandiri. Menurut studi dari Zendesk, 67 persen responden survei mengatakan bahwa mereka lebih memilih self-service atau petunjuk yang dapat digunakan sendiri dibandingkan harus bertanya kepada perusahaan atau pemilik bisnis.

Oleh karena itu, pebisnis harus mulai memperhatikan opsi self-help untuk para pelanggan. Contohnya, seperti memberikan tutorial cara penggunaan produk atau mengatasi jika produk rusak di website bisnis.

Bisa juga dengan membuat video tanya jawab atau Q&A terkait petunjuk-petunjuk untuk membantu pelanggan. Tidak hanya menarik, dengan video tersebut, pelanggan akan merasa lebih terkoneksi dengan bisnis yang kita miliki.

4. Teknologi Virtual Reality jadi pilihan menarik

Virtual Reality (VR) adalah teknologi yang membuat penggunanya mampu berinteraksi dengan lingkungan yang didesain semirip mungkin dengan dunia maya atau virtual. Sedangkan Augmented Reality (AR) adalah teknologi yang menggabungkan antara dunia nyata dengan virtual, contoh sederhananya seperti filter-filter pada Instagram Story.

Di tahun 2020 ini, diprediksi penerapan kedua teknologi pada canggih tersebut pada bisnis akan semakin populer. Tak sedikit perusahaan yang sudah mulai menawarkan pengalaman VR dan AR kepada pelanggannya, contohnya seperti perusahaan terkenal asal Swedia, yakni IKEA.

IKEA memiliki aplikasi AR yang diberi nama IKEA Place. Aplikasi tersebut memungkinkan para pelanggan untuk mengetahui atau mensimulasikan bagaimana furnitur dan produk dari IKEA akan terlihat di rumah mereka melalui smarthphone.



Sumber Inc.com
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Gelar Pelatihan Pemasaran dan Manajemen Produk Halal UMKM

Pemerintah Gelar Pelatihan Pemasaran dan Manajemen Produk Halal UMKM

Whats New
Kuartal III 2020, BTPN Syariah Salurkan Pembiayaan Produktif Rp 9,1 Triliun

Kuartal III 2020, BTPN Syariah Salurkan Pembiayaan Produktif Rp 9,1 Triliun

Whats New
Lembaga Pengelola Investasi Ditargetkan Beroperasi Januari 2021

Lembaga Pengelola Investasi Ditargetkan Beroperasi Januari 2021

Whats New
Peserta Kartu Prakerja Gelombang 9 Belum Beli Pelatihan, Kepesertaan Bisa Dicabut

Peserta Kartu Prakerja Gelombang 9 Belum Beli Pelatihan, Kepesertaan Bisa Dicabut

Whats New
Sistem Pensiun Indonesia Grade C, Sama dengan Korsel dan Spanyol

Sistem Pensiun Indonesia Grade C, Sama dengan Korsel dan Spanyol

Whats New
Ada Gadai Efek, Pinjaman ke Pegadaian Bisa hingga Rp 20 Miliar

Ada Gadai Efek, Pinjaman ke Pegadaian Bisa hingga Rp 20 Miliar

Earn Smart
Ini Rencana Kemenhub Bantu Distribusi Logistik Kawasan Lumbung Pangan Nasional

Ini Rencana Kemenhub Bantu Distribusi Logistik Kawasan Lumbung Pangan Nasional

Whats New
Indika Energy Terbitkan Surat Utang Rp 6,61 Triliun, Buat Apa?

Indika Energy Terbitkan Surat Utang Rp 6,61 Triliun, Buat Apa?

Whats New
Wamen BUMN Ungkap “Penyakit” Lama yang Menggerogoti Garuda Indonesia

Wamen BUMN Ungkap “Penyakit” Lama yang Menggerogoti Garuda Indonesia

Whats New
Jadi Holding BUMN Asuransi, IFG Kelola Aset Rp 72,5 Triliun

Jadi Holding BUMN Asuransi, IFG Kelola Aset Rp 72,5 Triliun

Whats New
BI-OJK Sepakati Aturan Terkait Pinjaman Likuiditas untuk Perbankan

BI-OJK Sepakati Aturan Terkait Pinjaman Likuiditas untuk Perbankan

Whats New
Dapat SMS Penerima BLT UMKM? Ini Kata Kemenkop UKM

Dapat SMS Penerima BLT UMKM? Ini Kata Kemenkop UKM

Whats New
Wapres Minta RI Bukan Lagi Konsumen, Tapi Produsen Produk Halal

Wapres Minta RI Bukan Lagi Konsumen, Tapi Produsen Produk Halal

Whats New
Resign di Tengah Pandemi, Wim Jadi 'Tukang Sayur' Beromzet Puluhan Juta Rupiah

Resign di Tengah Pandemi, Wim Jadi "Tukang Sayur" Beromzet Puluhan Juta Rupiah

Smartpreneur
Menkop Teten: Biaya Jadi Tantangan UMKM Mengakses Sertifikasi Halal

Menkop Teten: Biaya Jadi Tantangan UMKM Mengakses Sertifikasi Halal

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X