Virus Corona Memantik Pesimisme Global dan Perlambat Pertumbuhan Ekonomi

Kompas.com - 29/01/2020, 11:30 WIB
Capture video Rio Alfi dan anaknya sedang berjalan di trotoar di Kota Wuhan, China, yang dilanda wabah virus corona, Senin (27/1/2020). Rio salah satu mahasiswa S2 di China University of Geosciences asal Riau. Dok. IstimewaCapture video Rio Alfi dan anaknya sedang berjalan di trotoar di Kota Wuhan, China, yang dilanda wabah virus corona, Senin (27/1/2020). Rio salah satu mahasiswa S2 di China University of Geosciences asal Riau.

JAKARTA, KOMPAS.com - Persebaran virus corona yang begitu pesat mulai memberi dampak terhadap perekonomian. Di China, banyak perusahaan manufaktur terutama yang terletak di kawasan Wuhan, Provinsi Hubei memutuskan untuk menghentikan kegiatan produksi mereka.

Tentu saja hal tersebut memberi dampak terhadap kondisi perekonomian dunia, mengingat China merupakan negara dengan perekonomian terbesar kedua setelah Amerika Serikat.

Data per hari ini, virus Corona telah menelan 132 jiwa. Virus tersebut diduga terus menyebar ke berbagai negara.

 

Baca juga: Antisipasi Virus Corona, Driver Ojol Minta Aplikator Sediakan Masker Gratis

Tercatat, jika dihitung berdasarkan tingkat nasional dan penyebaran ke berbagai negara sampai Rabu (29/1/2020), jumlah pasien yang terinfeksi virus ini mencapai 5.496 orang.

Jumlah tersebut sudah jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan kasus SARS pada medio 2002 hingga 2003 yang menginfeksi 5.327 jiwa.

Adapun berikut beberapa dampak virus corona terhadap ekonomi RI yang dikutip oleh Kompas.com:

1. Menkeu sebut virus corona buat pesimisme di ekonomi global

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ketika melakukan rapat kerja dengan DPR RI mengatakan akibat kemunculan virus corona tersebut, optimisme yang muncul di akhir tahun lalu mengenai prospek perekonomian sirna.

Pasalnya, virus yang belum ditemukan vaksinnya tersebut merebak tepat ketika perayaan Tahun Baru China yang umumnya menjadi momentum Negeri Tirai Bambu untuk meningkatkan pertumbuhan ekonominya dengan konsumsi domestik.

"Corona virus ini menimbulkan pesimisme yang menggulung ekonomi pada Januari. Yang biasanya Chinese New Year dianggap sebagai salah satu momentum China bisa meningkatkan pertumbuhan ekonominya melalui domestic factor, yaitu konsumsi mereka. Sehingga seluruh potensi pertumbuhan ekonomi China dari permintaan domestik tidak terealisasi," ujar dia di Jakarta, Selasa (28/1/2020).

"China kehilangan momentum karena persis terjadi Chinese New Year yang bahkan liburnya diperpanjang sampai early Februari," lanjut Menkeu.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X