Pelindo I Bentuk Terminal Peti Kemas di Belawan

Kompas.com - 29/01/2020, 12:22 WIB
Pelindo 1 memprediksi lonjakan penumpang terjadi mulai 18 Desember 2019 sampai 8 Januari 2020 mendatang, Rabu (18/12/2019) KOMPAS.COM/MEI LEANDHA ROSYANTIPelindo 1 memprediksi lonjakan penumpang terjadi mulai 18 Desember 2019 sampai 8 Januari 2020 mendatang, Rabu (18/12/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 melakukan penataan organisasi pada terminal peti kemas di wilayah Medan, yakni Belawan International Container Terminal (BICT) dan Terminal Peti Kemas Domestik Belawan (TPKDB).

Pelindo 1 melakukan penggabungan manajemen kedua terminal peti kemas tersebut menjadi Terminal Peti Kemas (TPK) Belawan.

Ini ditandai dengan dikeluarkannya Peraturan Direksi PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) Nomor PR.02/I/6/PI-20.TU tanggal 06 Januari 2020.

Baca juga: Mulai September, 9 Terminal Peti Kemas Ini Terapkan Sistem Online

“Kebijakan penggabungan manajemen BICT dan TPKDB menjadi satu manajemen menjadi Terminal Peti Kemas (TPK) Belawan merupakan salah satu upaya dan strategi korporasi dalam memberikan pelayanan yang lebih baik untuk memenuhi customer satisfaction pengguna jasa kepelabuhanan atas layanan jasa bongkar muat peti kemas yang handal dan efisien, serta juga untuk peningkatan revenue dan efisiensi biaya (cost reduction),” kata General Manager TPK Belawan, Indra Pamulihan dalam keterangannya, Rabu (29/1/2020).

Kinerja pelayanan bongkar muat di BICT dan TPKDB mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, produktivitas bongkar muat di BICT tahun 2019 mencapai 54,30 Box/Ship/Hour (B/S/H) meningkat dibandingkan tahun 2018 yang sebesar 49,85 B/S/H.

Produktivitas bongkar muat pada tahun 2019 sebesar 44,16 B/S/H meningkat dibanding tahun 2018 yang sebesar 37,49 B/S/H.

Kunjungan kapal di TPKDB tahun 2019 sebanyak 346 call tumbuh meningkat 4,8 persen dibanding tahun 2018 yang sebanyak 330 call.

Baca juga: Pelindo I Sambut Kapal Perdana yang Bersandar di 2020

Realisasi trafik bongkar muat peti kemas domestik tahun 2019 sebanyak 434.576 box tumbuh meningkat 4,6 persen dibanding tahun 2018 yang sebanyak 415.214 box.

Sementara itu, arus kunjungan kapal di BICT tahun 2019 sebanyak 512 call dengan trafik kegiatan bongkar muat petikemas ekspor impor sebanyak 427.338 box atau 558.070 TEUs.

“Setelah penggabungan dua cabang terminal peti kemas menjadi TPK Belawan, dermaga eks BICT yang sepanjang 550 meter yang kemudian disebut terminal A untuk pelayanan internasional. Sedangkan untuk dermaga eks TPKDB dengan panjang 400 meter kami sebut terminal B untuk pelayanan domestik," tutur Indra.

"Namun tidak menutupkemungkinan untuk lintas pelayanan antara terminal A dan B namun tetap harus sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Beberapa waktu lalu juga kami mendatangkan 5 unit RTG (Rubber Tyred Gantry) yang semakin mendukung dan meningkatkan pelayanan bongkar muat di TPK Belawan,” tutupnya.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X