Tembus Target, Realisasi Investasi 2019 Capai Rp 809,6 Triliun

Kompas.com - 29/01/2020, 13:18 WIB
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia di kantornya, Jakarta, Rabu (11/12/2019). Kompas.com/Akhdi Martin PratamaKepala BKPM Bahlil Lahadalia di kantornya, Jakarta, Rabu (11/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Koordinasi Penanaman Modal ( BKPM) menyampaikan realisasi investasi pada kuartal IV 2019 mencapai Rp 28,3 triliun.

Angka ini meningkat 12 persen dibandingkan kuartal IV 2018.

Adapun sepanjang 2019, total realisasi investasi telah mencapai Rp 809,6 triliun.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, realisasi itu telah melampaui target yang ditetapkan sekitar Rp 792 triliun.

"Target realisasi investasi secara keseluruhan Rp 792 triliun, sekarang sudah mencapai Rp 809, 6 triliun sehingga telah melampauai target dan terealisasi 102,2 persen," kata Bahlil di Jakarta, Rabu (29/1/2020).

Baca juga: BKPM Yakin Realisasi Investasi 2019 Lampaui Target

Adapun selama periode kuartal IV 2019, realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp 103 triliun atau meningkat 18,5 persen.

Sementara realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp 105,3 triliun atau meningkat 6,4 persen.

Tak hanya menyasar Pulau Jawa, investasi pun telah menyasar ke luar Pulau Jawa. Pada kuartal IV 2019, investasi di luar pulau Jawa meningkat sebesar 22,6 persen menjadi Rp 103,8 triliun.

Sementara itu, investasi di Pulau Jawa meningkat 3,2 persen mencapai Rp 104,5 triliun.

Baca juga: Realisasi Investasi, Kepala BKPM: Utang Saya Masih Rp 500 Triliun Lebih...

Bahlil menuturkan, hal tersebut menandakan fokus investor memang sudah ke Indonesia sentris, bukan lagi Jawa sentris.

"Realisasi di luar pulau Jawa dengan Jawa sudah hampir sama. Luar Pulau Jawa 47 persen, dan di Jawa 53 persen. Hal itu terjadi karena infrastruktur di luar Pulau Jawa membaik," terang Bahlil.

Namun, investasi di Pulau Jawa masih mendominasi pada kuartal IV 2019. Bila dirinci, provinsi Jawa Barat masih menjadi lokasi dengan nilai realisasi investasi terbesar, yaitu Rp 35,4 triliun atau naik 17 persen.

Kemudian, diikuti oleh DKI Jakarta Rp 28,3 triliun (13,6 persen), Banten Rp 15 triliun (7,2 persen), Sulawesi Tengah Rp 13 triliun (6,2 persen), dan Jawa Tengah Rp 12,3 triliun (5,9 persen).

Jika dilihat menurut sektornya, investasi masih didominasi oleh sektor listrik, gas, dan air sebesar Rp 30 triliun (14,4 persen), kemudian transportasi, gudang, dan telekomunikasi Rp 27,9 triliun (13,4 persen), serta industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya Rp 24 triliun (11,5 persen).

Baca juga: Tingkatkan Realisasi Investasi, Implementasi OSS Harus Diperkuat

Di peringkat selanjutnya, ada perumahan, kawasan industri, dan perkantoran Rp 23,7 triliun (11,4 persen), dan pertambangan Rp 14,8 triliun (7,1 persen).

Bahlil bilang, realisasi investasi pada kuartal IV 2019 ini mampu menyerap tenaga kerja RI sebanyak 330.539 orang. Artinya sepanjang Januari-Desember 2019, investasi telah menyerap tenaga kerja sekitar 1.033.835 orang.

"Angka ini angka yang luar biasa dan harus kita syukuri bersama. BKPM akan mendorong investasi di sektor yang berkualitas karena semua investasi orientasinya adalah cipta lapangan kerja," pungkas Bahlil.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X