Disorot Erick Thohir, Krakatau Steel Juga Punya Bisnis Lapangan Futsal

Kompas.com - 29/01/2020, 15:28 WIB
Salah satu pertandingan Linus Tingkat Sumatera Barat, Senin (19/8/2019) di lapangan futsal rafhely By Pass Padang RAMADHANI/KOMPAS.comSalah satu pertandingan Linus Tingkat Sumatera Barat, Senin (19/8/2019) di lapangan futsal rafhely By Pass Padang


JAKARTA, KOMPAS.com - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk tengah jadi sorotan. Utang yang menggunung hingga Rp 40 triliun jadi perhatian Menteri BUMN Erick Thohir.

Meski bisnis utamanya (core) di bidang industri baja, Krakatau Steel tercatat memiliki anak cucu perusahaan yang banyak bergerak di sektor yang tak terkait dengan baja. Jumlahnya bahkan puluhan.

Dikutip dari Annual Report 2018, emiten bursa berkode KRAS ini tercatat memiliki 11 anak perusahaan 15 perusahaan afiliasi atau bukan pengendali saham mayoritas sebanyak 15 perusahaan.

Jumlah tersebut belum termasuk cucu perusahaan yang dimiliki anak-anak perusahaan yang terdaftar maupun perusahaan afiliasinya.

Uniknya, meski punya fokus pada industri baja, Kratau Steel juga merambah bisnis sport center. Di bawah bendera anak usaha PT Krakatau Industrial Estate Cilegon atau KIEC, Krakatau Steel mengelola lapangan futsal bernama The L3VEL Futsal hingga tempat biliar.

Dilihat di laman resminya, KIEC mengelola sport center yang di dalamnya terdapat berbagai fasilitas olahraga dan hiburan.

Baca juga: Sederet Bisnis Krakatau Steel, dari Waterbom Hingga Developer Rumah

Beberapa bisnis yang dikelola antara lain waterbom, food court, lapangan basket, dan badiminton.

"PT KIEC menyediakan kolam renang dengan ukuran standar internasional, juga kolam renang untuk anak-anak. Berlokasi di dekat driving range dan dikelilingi oleh lapangan golf Krakatau, kolam renang ini merupakan tempat yang tepat sebagai tempat rekreasi keluarga, bersenang-senang dan berolah raga," bunyi keterangan KIEC dikutip dari laman resminya.

"Di sini juga tersedia tempat hiburan dan bersantai serta food court. PT KIEC merencanakan akan membangun tempat rekreasi sebagai tempat alternatif untuk keluarga menghabiskan akhir minggunya," lanjut KIEC.

Bisnis pengembang perumahan

Masih dikelola oleh KIEC, Krakatau Steel juga masuk ke usaha pengembang perumahan. Proyek yang dikerjakannya yakni perumahan Grand Rakata Residence yang berada di Cilegon dan Pejaten Mas Estate.

KIEC sendiri sebenarnya memiliki bisnis utama pengelolaan kawasan industri Cilegon. Namun pertimbangan pemanfaatan lahan, perusahaan merambah ke bisnis gudang, perkantoran, dan arena bermain.

KIEC juga tercatat sebagai pengelola Hotel The Royale Krakatau dan lapangan golf berstandar internasional The Royale Krakatau Golf.

Baca juga: Saat Erick Thohir Tersenyum Dengar Krakatau Steel Punya 60 Cucu Usaha

Sebagai informasi, Krakatau Steel sendiri tengah berupaya merestrukturisasi utangnya yang mencapai Rp 40 triliun.

Utang tersebut merupakan gabungan utang dari perusahaan induk dan utang anak-anak perusahaan yang diakumulasikan.

Kinerja Krakatau Steel sendiri terus merugi sejak beberapa tahun belakangan. Kinerja negatif ini pula yang mendorong utang perseroan terus menggunung.

Tahun 2014, perusahaan mencatatkan rugi tahun berjalan sebesar 154,18 juta dollar AS, kemudian berturut-turut perusahaan membukukan rugi pada tahun 2015 sebesar 326,51 juta dollar AS, tahun 2016 rugi 180,72 juta dollar AS, tahun 2017 sebesar 86,09 juta dollar AS, dan tahun 2018 merugi 77,16 juta dollar AS.

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X