Akhir 2019, Investasi Asing Paling Banyak Masuk dari China

Kompas.com - 29/01/2020, 15:40 WIB
Bendera Republik Rakyat China The GuardianBendera Republik Rakyat China

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) kembali merilis realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) kuartal IV 2019.

Dalam rilisnya, BKPM melaporkan investasi kuartal IV 2019 tumbuh 12 persen menjadi Rp 208,3 triliun. Investasi masuk ke Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa dengan realisasi terbesar di Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Sulawesi Tengah, dan Jawa Tengah.

Bila dirinci dari negara asal, China merupakan negara penanam investasi terbanyak di RI sepanjang kuartal IV 2019, dengan nilai investasi 1,4 miliar dollar AS atau meningkat 20,4 persen dibanding kuartal IV 2018.

Baca juga: Tembus Target, Realisasi Investasi 2019 Capai Rp 809,6 Triliun

Kemudian diikuti oleh Hong Kong senilai 1,1 miliar dollar AS (16,3 persen), Singapura 1,1 miliar dollar AS (16,1 persen), Jepang 1,1 miliar dollar AS (15,3 persen), dan Belanda 0,5 miliar dollar AS (7,1 persen).  

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengakui, China memang lebih agresif saat menanamkan modalnya di RI.

"Memang China lebih agresif. Harus kita akui. Mereka banyak masuk di sektor hilirisasi, infrastruktur, dan mereka itu berani," kata Bahlil di Jakarta, Rabu (29/1/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bahkan China naik ke peringkat 2 setelah Singapura (6,5 miliar dollar AS) dan menggeser Jepang dalam realisasi investasi sepanjang 2019.

BKPM mencatat, realisasi investasi China sepanjang 2019 mencapai 4,7 miliar dollar AS (16,8 persen), selanjutnya diikuti Jepang dengan nilai investasi 4,3 miliar dollar AS (15,3 persen).

"China menggeser Jepang tipis sekali angkanya itu. Karena kalau Jepang terlalu lama kajian FS-nya (feasibility study) bisa 3 tahun. Tapi bagus mereka begitu selesai (kajian) langsung jalan," ungkap Bahlil.

Baca juga: Dubes China: Masalah Natuna Tak Pengaruhi Investasi ke Indonesia

Namun, kata Bahlil, Indonesia tidak memberikan prioritas investasi kepada China. Dia menegaskan, Indonesia terbuka kepada setiap negara yang berniat investasi di RI.

"Memang kita tawarkan investasi ke semua negara. Jadi BKPM atau pemerintah Indonesia tidak memberikan prioritas untuk investasi itu hanya China. Tapi semua (negara)," pungkas Bahlil.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.