Derita Krakatau Steel: Rugi Menahun, Utang Menggunung

Kompas.com - 29/01/2020, 16:42 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD dan Menteri BUMN Erick Thohir saat memberikan keterangan pers di Kantor Kemenko Polhukam, Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (16/1/2020). KOMPAS.com/Deti Mega PurnamasariMenko Polhukam Mahfud MD dan Menteri BUMN Erick Thohir saat memberikan keterangan pers di Kantor Kemenko Polhukam, Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (16/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri BUMN Erick Thohir cukup dipusingkan dengan masalah yang menerpa PT Krakatau Steel (Persero). Selama bertahun-tahun, BUMN produsen baja ini selalu saja merugi.

Kerugian tahunan emiten bursa berkode KRAS ini juga tak tanggung-tanggung, mencapai triliunan rupiah. Kondisi ini menyebabkan perusahaan terus menerus menumpuk utang.

Dikutip dari Annual Report 2018, perusahaan membukukan rugi tahun berjalan sebesar 77,16 juta dollar AS atau sekitar Rp 234 miliar (kurs Rp 13.636).

Tahun 2017, perusahaan juga mencatatkan rugi sebesar 86,09 juta dollar AS. Kerugian terbesar terjadi pada tahun 2015 sebesar sebesar 326,51 juta dollar AS atau setara Rp 4,45 triliun.

Tahun 2014, perusahaan juga mencatatkan rugi tahun berjalan sebesar 154,18 juta dollar AS, kemudian berturut-turut perusahaan membukukan rugi pada tahun 2016 rugi 180,72 juta dollar AS.

Rentetan utang dari tahun ke tahun tersebut jelas sangat membebani kinerja perseroan. Krakatau Steel bahkan tercatat selalu rugi sejak tujuh tahun berturut-turut.

Baca juga: Sederet Bisnis Krakatau Steel, dari Waterbom Hingga Developer Rumah

Krakatau Steel pernah juga disorot karena proyek pabrik yang mangkrak. Saat itu, perusahaan tak juga menyelesaikan proyek pembangunan blast furnace. 

Belum selesai masalah, beberapa waktu lalu, salah satu direkturnya juga diciduk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

KPK saat itu menetapkan Direktur Teknologi dan Produksi Krakatau Steel Wisnu Kuncoro sebagai tersangka suap pada tahun lalu setelah operasi tangkap tangan (OTT).

Utang menggunung

Sebelumnya, Erick Thohir menyoroti soal restrukturisasi utang yang dilakukan Krakatau Steel. Mulanya, Erick menyebut restrukturisasi utang perusahaan plat merah itu senilai Rp 40 triliun.

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X