IAPI: Kasus Seperti Jiwasraya dan Asabri Masih Bisa Terulang Kembali

Kompas.com - 30/01/2020, 20:31 WIB
Ilustrasi Jiwasraya KONTAN/Cheppy A. MuchlisIlustrasi Jiwasraya

JAKARTA, KOMPAS.com - Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) menilai saat ini masih ada celah di pasar modal yang dapat digunakan untuk oknum bermain nilai saham emiten.

Hal ini kemudian berpotensi memunculkan kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dan PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia atau Asabri (Persero) yang merugi akibat kesalahan penempatan dana peserta, kembali terulang.

KOHK Media and Public Campaign IAPI Yanuar Mulyana mengatakan, kasus yang menimpa Jiwasraya dan Asabri bisa terjadi akibat adanya tindak manipulasi nilai saham.

Baca juga: IAPI: Kasus Asabri dan Jiwasraya Punya Pola yang Sama

Modus manipulasi nilai saham disebut bukan sebagai suatu hal yang baru. Oleh karenanya, sudah banyak perusahaan asuransi yang merugi akibat modus ini.

"Apakah akan berhenti sampai di sini? Sepanjang market masih bisa dimanipulasi, sepanjang market masih rapuh itu masih sangat dimungkinkan hal-halnseperti ini terjadi lagi," tuturnya di Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Yanuar menjelaskan bahwa seorang akuntan publik yang bertindak sebagai auditor tidak memiliki kemampuan untuk mengetahui nilai saham secara spesifik dalam suatu laporan keuangan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sampai saat ini, akuntan publik masih menggunakan teknik mark to market untuk mengaudit nilai saham yang dicantumkan dalam laporan keuangan.

Baca juga: IAPI Wajibkan Akuntan Publik Lapor Hal Janggal dalam Laporan Keuangan

Skema ini dilakukan dengan menilai kewajaran harga saham yang tercantum dalam laporan keuangan terhadap harga saham yang tercatat di pasar modal saat ini.

"Auditor punya suatu pegangan mark to market sepanjang dia punya nilai di pasar itu apa adanya," kata dia.

Oleh karenanya, Yanuar meminta regulator seperti Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan untuk memanfaatkan momentum ini untuk memperbaiki kondisi pasar modal.

"Untuk menjadikan bursa saham lebih teratur, transparan, dan mencerminkan kondisi yang sesungguhnya," ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.