Luhut Gelar Pertemuan 5 Jam dengan Crazy Rich Australia, Bahas Apa?

Kompas.com - 31/01/2020, 07:00 WIB
Menko Maritim dan Investasi, Luhut B Pandjaitan mengadakan Coffee Morning bersama sejumlah awak media nasional dan luar negeri, di Kantor Kemenko Maritim dan Investasi, Jakarta, Jumat (17/1/2020). Humas Kemenko Maritim dan InvestasiMenko Maritim dan Investasi, Luhut B Pandjaitan mengadakan Coffee Morning bersama sejumlah awak media nasional dan luar negeri, di Kantor Kemenko Maritim dan Investasi, Jakarta, Jumat (17/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menggelar pertemuan dengan pengusaha ternama sekaligus miliarder Australia, Andrew Forrest.

Dalam pertemuan selama 5 jam di Kantor Kemenko Maritim dan Investasi, lanjut Luhut, banyak poin penting yang dibicarakan.

Di antaranya, keinginan Forrest berinvestasi soal penanganan kebakaran (bushfire), penyambungan energi listrik dari Singapura ke Indonesia, hydro power, hingga pembangunan smelter besi.

"Kami diskusi panjang lebar, mungkin 5 jam tadi pagi. Jadi kita akan mengeluarkan produk-produk green. Anda generasi muda akan melihat green product. Ini akan menjadi suatu histori," kata Luhut ditemui di acara Indonesia Data and Economic (IDE) 2020, Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Baca juga: Luhut Kembali Sebut akan Ada Investasi Miliaran Dollar AS, Kali Ini dari Australia

Sebelumnya, mantan perwira tinggi Kopassus ini telah bertemu dengan Forrest beberapa minggu lalu dalam pertemuan World Economic Forum (WEF) yang berlangsung di Davos, Swiss.

Di sana, Forrest kepada Luhut mengungkapkan ketertarikannya untuk berinvestasi ke Indonesia untuk energi ramah lingkungan (green energy).

"Tadi atau minggu lalu saya ketemu dengan Andrew Forrest dari Australia. Satu orang raja industri steel. Dia telepon saya kemarin, janjian mau ketemu Februari. Dia telepon saya Hari Selasa. Dia bilang  'Mr Luhut boleh enggak saya datang ke Indonesia hari Kamis?'" ujarnya.

"Saya bilang buru-buru banget? Saya serius setelah ketemu dengan Anda di Davos. Kita atur-atur, datanglah tadi dia. Kita siapin pertemuan, ada empat agenda dia mau. Satu agenda mengenai bushfire, kedua dia menyangkut kabel territory dari Singapura ke Indonesia. Dia juga ingin masuk ke hydro power. Kemudian, dia ingin bangun smelter untuk besi. Karena dia salah satu produsen besi terbesar di Australia," jelas Luhut.

Baca juga: Usai Kunker ke Swiss, Luhut Sebut Investor Berbagai Negara Tertarik Investasi di RI

Dan pada pertemuan selama lima jam hari ini, Presiden Joko Widodo menyetujui keinginan Andrew Forrest.

Jokowi juga direncanakan akan melakukan kunjungan kerja ke Australia pada 9-10 Februari 2020.

Sebelumnya pula Luhut mengatakan, investor asal Australia berencana akan berinvestasi ke Indonesia hingga miliaran dollar AS.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X