Distributor Alat Kesehatan Ikut Kena Imbas Akibat Defisit BPJS Kesehatan

Kompas.com - 31/01/2020, 13:38 WIB
Pelepasan ekspor perdana masker dari PT Rajawali Nusindo ke China di Jakarta, Jumat (31/1/2020). KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYAPelepasan ekspor perdana masker dari PT Rajawali Nusindo ke China di Jakarta, Jumat (31/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Anak usaha PT RNI (Persero) yang bergerak di bidang perdagangan dan distribusi, PT Rajawali Nusindo sempat melalui tantangan karena defisit BPJS Kesehatan pada 2019.

Direktur Utama Rajawali Nusindo, Sutiyono mengatakan, tantangan tersebut adalah terhambatnya pembayaran produk yang didistribusikan oleh PT Rajawali Nusindo kepada rumah sakit.

Seperti diketahui, PT Rajawali Nusindo merupakan distributor alat kesehatan dan farmasi seperti obat-obatan dan masker kepada rumah sakit dalam negeri.

"Jadi kita distribusi produk ke rumah sakit, kalau rumah sakit pembayaran BPJS terhambat, berarti pembayaran ke distributor juga terhambat," kata Sutiyono di Jakarta, Jumat (31/1/2020).

Baca juga: Cari Solusi, Menkes dan BPJS Kesehatan akan Berkoordinasi

Namun kata Sutiyono, pihaknya masih mendapat dukungan dari perbankan untuk mengatasi masalah itu. Bahkan meski terhambat, PT Rajawali Nusantara masih membukukan laba melebihi target.

Sutiyono merinci, Rajawali Nusantara mencetak laba Rp 93 miliar, jauh lebih tinggi dibanding laba 2018 senilai Rp 72 miliar. Laba tersebut melampaui target yang ditetapkan sekitar Rp 92 miliar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ada ancaman pasti ada peluang. Yang paling penting kita menumbuhkan kepercayaan kepada partner," ujar Sutiyono.

Dia pun berharap, sisa piutang yang sebagian telah ditangani pada akhir 2019 bisa selesai pada 2020. Pada 2020 ini, Rajawali Nusindo pun menargetkan laba naik sekitar Rp 113 miliar.

"Nanti tahun 2020 harapannya akan membaik karena iuran dinaikkan kalau masyarakat mensupport. Pak Erick Thohir (Menteri BUMN) sudah mengimbau untuk melakukan perbaikan, terutama piutang dan kehati-hatian kerjasama," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaga Keamanan Pelayaran, Indonesia Punya 285 Menara Suar

Jaga Keamanan Pelayaran, Indonesia Punya 285 Menara Suar

Rilis
Rights Issue, BRI Sudah Raup Rp 26,1 Triliun dari Publik hingga 21 September 2021

Rights Issue, BRI Sudah Raup Rp 26,1 Triliun dari Publik hingga 21 September 2021

Whats New
Gandeng Polri, KSPSI Lakukan Vaksinasi Covid-19 untuk 40.000 Buruh

Gandeng Polri, KSPSI Lakukan Vaksinasi Covid-19 untuk 40.000 Buruh

Whats New
Ada Isu Evergrande dan Tapering, Apa yang Harus Dilakukan Investor?

Ada Isu Evergrande dan Tapering, Apa yang Harus Dilakukan Investor?

Earn Smart
Semakin Modern, Petani di Sinjai, Sumsel Gunakan Alsintan

Semakin Modern, Petani di Sinjai, Sumsel Gunakan Alsintan

Rilis
Survei: Seimbangkan Karier dan Keluarga, Kesehatan Mental Pekerja Perempuan Memburuk Selama Pandemi

Survei: Seimbangkan Karier dan Keluarga, Kesehatan Mental Pekerja Perempuan Memburuk Selama Pandemi

Whats New
Cara Daftar Jadi Mitra Pelatihan Kartu Prakerja

Cara Daftar Jadi Mitra Pelatihan Kartu Prakerja

Whats New
BRI Luncurkan BRI Shops Master Class, Apa Itu?

BRI Luncurkan BRI Shops Master Class, Apa Itu?

Whats New
Sebut Revisi UU BUMN Perlu, Erick Thohir: Kadang Perusahaan Terbitkan Surat Utang untuk Bonus dan Tantiem...

Sebut Revisi UU BUMN Perlu, Erick Thohir: Kadang Perusahaan Terbitkan Surat Utang untuk Bonus dan Tantiem...

Whats New
Sri Mulyani: Saat ini, Kami Belum Lihat Bank Pulih Secara Kuat

Sri Mulyani: Saat ini, Kami Belum Lihat Bank Pulih Secara Kuat

Whats New
Erick Thohir Bentuk Holding BUMN Pangan, Apa Kelebihannya?

Erick Thohir Bentuk Holding BUMN Pangan, Apa Kelebihannya?

Whats New
Soal Jadi Investor Bank Muamalat, Ini Kata BPKH

Soal Jadi Investor Bank Muamalat, Ini Kata BPKH

Whats New
PT BNP Paribas AM dan PT Bank DBS Indonesia Luncurkan Reksa Dana Bertema Teknologi Global

PT BNP Paribas AM dan PT Bank DBS Indonesia Luncurkan Reksa Dana Bertema Teknologi Global

Whats New
Upah Minimum 2022 Mulai Dibahas, Menaker Masih Pertimbangkan Situasi Pandemi Covid-19

Upah Minimum 2022 Mulai Dibahas, Menaker Masih Pertimbangkan Situasi Pandemi Covid-19

Rilis
Kemenkeu Dapat Tambahan Anggaran Jadi Rp 44 Triliun, Buat Apa Saja?

Kemenkeu Dapat Tambahan Anggaran Jadi Rp 44 Triliun, Buat Apa Saja?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.