Deretan Petinggi BUMN yang Dicopot Erick Thohir

Kompas.com - 31/01/2020, 15:10 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD dan Menteri BUMN Erick Thohir saat memberikan keterangan pers di Kantor Kemenko Polhukam, Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (16/1/2020). KOMPAS.com/Deti Mega PurnamasariMenko Polhukam Mahfud MD dan Menteri BUMN Erick Thohir saat memberikan keterangan pers di Kantor Kemenko Polhukam, Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (16/1/2020).


JAKARTA, KOMPAS.com - Memasuki bulan keempat masa jabatannya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir tercatat sudah beberapa kali mengutak-atik posisi petinggi BUMN, baik direksi maupun komisaris.

Beberapa petinggi BUMN bahkan dicopot sebelum masa jabatannya berakhir alias dipecat. Langkah mantan pemilik Inter Milan ini sempat menuai kontroversi.

Tak cuma di perusahaan pelat merah, saat usia jabatannya masih seumur jagung, Erick juga merombak Kementerian BUMN. Dia memindahkan sejumlah deputi era Rini Soemarno ke beberapa BUMN.

Baca juga: Saat Erick Thohir Tersenyum Dengar Krakatau Steel Punya 60 Cucu Usaha

Berikut sejumlah BUMN dan sederet petingginya yang merasakan kebijakan bongkar pasang Erick dalam 100 hari kerjanya di Kabinet Indonesia Maju.

1. Garuda Indonesia

Khusus untuk direksi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Erick bahkan langsung memecat lima direksinya sekaligus. Pemecatan para petinggi Garuda ini buntut skandal penyelundupan Harley Davidson dan sepeda lipat Brompton.

Kelima direksi tersebut adalah Direktur Utama I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra Ari Askhara, Direktur Operasi Bambang Adisurya Angkasa, Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha Mohammad Iqbal, Direktur Teknik dan Layanan Iwan Joeniarto serta Direktur Human Capital Garuda Indonesia Heri Akhyar.

Dari kelima direksi di atas, 4 di antaranya ikut dalam penerbangan perdana pesawat Airbus A330-900 NE0 yang membawa barang selundupan dari Perancis. Mereka adalah Ari Askhara, Iwan Joeniarto, Mohammad Iqbal dan Heri Akhyar.

Baca juga: Ini Alasan “Orang-orang Lama” Masih Ada di Jajaran Direksi Garuda

2. Antam

PT Aneka Tambang Tbk yang jadi anggota Holding Pertambangan tak luput dari bongkar pasang Ercik Thohir. Pemilik Mahaka Media ini mencopot Dirut Antam Arie Prabowo Ariotedjo.

Arie digantikan Dana Amin karena dianggap tak bisa menyelesaikan proyek-proyek yang terbengkalai, salah satunya proyek Nickel Pig Iron (NPI) Blast Furnace di Halmahera Timur.

Posisi direksi lain yang dirombak Erick yakni Anton Herdianto yang digantikan Dimas Wikan Pramudhito sebagai Direktur Keuangan. Kemudian Rosono menggantikan Sutrisno S Tatetdagat sebagai Direktur Pengembangan Usah.

Baca juga: Wamen BUMN: Direksi Baru Antam Memiliki Kecepatan Eksekusi

3. Asabri

Erick Thohir memberhentikan dua direktur PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persero) atau Asabri, tak lama setelah sengkarut masalah penempatan investasi.

Dalam kasus tersebut, perusahaan asuransi TNI-Polri ini disebut-sebut menderita kerugian hingga Rp 10 triliun. Kasus itu mencuat ke publik tak lama setelah geger skandal Jiwasraya.

Dikabarkan, portofolio saham milik Asabri anjlok hingga 90 persen. Penempatan dana dilakukan di beberapa perusahaan yang belakangan bermasalah, salah satunya PT Hanson International Tbk.

Baca juga: Erick Thohir Rombak Jajaran Direksi Asabri

4. Taspen

Direktur Utama PT Taspen (Persero) Iqbal Latanro diganti oleh Antonius NS Kosasih. Iqbal yang merupakan wajah lama di BUMN ini terlempar dari posisi dirut dan akan dierbikan penugasan lain.

Kementerian BUMN menyebut pencopotan Iqbal tak terkait dengan masalah kinerja. Ini karena kementerian menilai kinerja Taspen dan penempatan investasinya baik dan dalam batas yang wajar.

Meski tak menjelaskan secara gampang, Kementerian BUMN menyatakan pergantian posisi pucuk pimpinan Taspen dilakukan untuk penyegaran.

Baca juga: Selain Jiwasraya dan Asabri, Ombudsman Juga Tengah Awasi Taspen

5. Pupuk Indonesia

Jabatan Komisaris Independen Pupuk Indonesia Holding harus rela dilepaskan Yanuar Rizky. Pencopotannya sebagai komisaris ini bahkan dilakukan proses yang kilat.

Yanuar menyebut pencopotannya sebagai komisaris independen di BUMN pupuk tersebut dinilai janggal. Dikatakannya, dirinya diberhentikan di tengah proses finalisasi laporan keuangan yang sedang dilakukan oleh akuntan publik.

Menurutnya, sebagai Ketua Komite Audit Pupuk Indonesia Holding, ada persoalan pengungkapan akuntansi yang seharusnya perlu dibereskan terlebih dahulu, dalam hal ini diselesaikan di Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Baca juga: Dicopot Erick Thohir, Eks Komisaris Pupuk Indonesia: Salah Saya Apa?

6. ASPD

Erick Thohir juga melakukan bongkar pasang di BUMN penyeberangan. Perubahan posisi direksi ASDP ini ditetapkan dalam surat keputusan Menteri BUMN tertanggal 27 Desember 2019 dan resmi berlaku pada 30 Desember 2019.

Direksi yang diganti adalah Wing Antariksa selaku Direktur SDM dan Layanan Korporasi digantikan Wahyu Wibowo. Kemudian Direktur Teknik dan Fasilitas yang sebelumnya dijabat oleh La Mane digantikan oleh Kusnadi Chandra Wijaya.

Direktur Utama ASDP Ira Puspadewi sebelumnya mengatakan pergantian direksi perusahaan ini dilakukan untuk memajukan perusahaan dan melanjutkan langkah dan terobosan yang dilakukan oleh direksi sebelumnya.

Baca juga: Erick Thohir Kembali Rombak Direksi BUMN, Kali Ini Giliran ASDP

7. Pelni

Tak lama setelah merombak direksi ASDP, Kementerian BUMN juga melakukan pergantian atas direksi PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni.

Erick menunjuk Ony Suprihartono sebagai Direktur Keuangan menggantikan posisi Tri Andayani. Mantan Presiden Intermilan ini juga menempatkan Masrul Khalimi sebagai Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut yang sebelumnya dijabat Harry Boediarto.

Dalam Salinan Surat Keputusan Menteri BUMN, dua direksi sebelumnya yakni Tri Andayani dan harry Boediarto diberhentikan dengan hormat dari jabatannya.

Baca juga: Selain ASDP, Erick Thohir Juga Rombak Direksi Pelni

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.