Menjajal Batara Kresna, Kereta Murah Meriah Warga Solo-Wonogiri

Kompas.com - 01/02/2020, 10:49 WIB
Kereta Api KA Batara Kresna Kereta Api KA Batara KresnaKereta Api KA Batara Kresna

Saat itu, satu gerbong depan yang dijejali rombongan alumnis SMA Negeri 3 Solo, gerbong lainnya diisi para siswa taman kanak-kanal dari Kabupaten Sukoharjo.

KA Batara Kresna merupakan kereta perintis yang dioperasikan PT KAI DAOP VI Yogyakarta. Tarifnya juga sangat terjangkau, hanya dibanderol Rp 4.000 sekali jalan untuk rute terjauh dari Stasiun Purwosari dan berakhir di Stasiun Wonogori.

Kereta ini melayani rute Purwosari-Wonogiri dua kali sehari. Dari Purwosari, kereta berangkat pukul 06.00 pagi dan menempuh 1 jam 45 menit perjalanan lalu kembali lagi ke Purwosari.

Keberangkatan kedua dari Purwosari sekitar pukul 10.00. Sebaliknya dari Stasiun Wonogiri, kereta ini berangkat pada pukul 08.00 dan paling terakhir pada pukul 12.00.

Perlu diketahui, berbeda dengan kereta lainnya, Batara Kresna ini berjalan dengan sangat pelan. Bahkan kecepatannya hanya sekitar 20 kilometer per jam saat menyusuri Jalan Slamet Riyadi di pusat Kota Solo.

Yang unik, jalur rel kereta ini berada di bahu aspal Jalan Slamet Riyadi, sehingga perjalanan kereta ini beriringan dengan kendaraan persis di sampingnya saat melewati jalanan Kota Solo yang ramai di pagi hari.

Kereta Api KA Batara KresnaKereta Api KA Batara Kresna Kereta Api KA Batara Kresna

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jarak kereta dengan kendaraan pribadi tampak begitu dekat berimpitan gerbong kereta. Bunyi ranting pohon di pinggiran trotoar yang memisahkannya dengan jalan raya juga sesekali terdengar saat dilibas kereta.

Sisi baiknya, lambatnya laju KA mebuat penumpang bisa lebih menikmati denyut nadi Kota Solo yang memang dikenal sebagai kota budaya. Rutenya juga melintasi sejumlah bangunan kuno yang sudah ada sejak zaman keraton dan Belanda.

Baru selepas Stasiun Solo Kota, pemandangan beralih menjadi persawahan hijau dan suasana pedesaan, tepatnya saat memasuki Kabupaten Sukoharjo. Kereta ini sebetulnya menggunakan jalur lama peninggalan Belanda yang telah direaktivasi.

Jalur ini merupakan rel peninggalan Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) yang sebelumnya sempat mati dan terbengkalai. Sempat juga digunakan untuk lintasan Kereta Uap Jaladara beberapa tahun silam.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.