Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Akibat Virus Corona, Bisnis Judi di Macau Anjlok Hingga 11,3 Persen

Kompas.com - 02/02/2020, 07:21 WIB

KOMPAS.com - Pendapatan industri perjudian di kawasan China, Macau merosot hingga 11,3 persen (yoy).

Pasalnya, pemerintah setempat tengah mengambil tindakan dengan melakukan pembatasan pengunjung akibat virus corona.

Per 22 Januari 2019, pendapatan kasino di kawasan tersebut sebesar 22,1 miliar pataka atau setara dengan 2,76 miliar dollar AS. Angka tersebut lebih rendah dari ekspektasi analis yang menyatakan kasino setempat bakal mengalami penurunan pendapatan sebesar 2 persen.

Baca juga: Virus Corona Berpotensi Rugikan China Hingga 60 Miliar Dollar AS

Beberapa analis bahkan mengatakan, selama pembatasan kunjungan masih berlaku, kemungkinan pendapatan kasino di Macau bisa merosot hingga 30 persen.

Pemerintah tempat telah melakukan tindakan pembatasan kunjungan dengan mengurangi hubungan transportasi dengan daratan China. Puluhan penerbangan dan layanan feri dibatalkan.

Pemerintah setempat juga memperpanjang liburan Tahun Baru Imlek hingga akhir pekan, membuat banyak bank dan bisnis tutup.

Sebagai informasi, di kuartal pertama tahun ini China bisa jadi kehilangan momentum pertumbuhan hingga 62 miliar dollar AS.

Sebab, kerberadaan virus kerena telah membuat sebagian besar aktifitas ekonomi di negara tersebut terhenti.

Padahal tahun lalu sudah menjadi rekor pertumbuhan ekonomi China yang terendah sejak 29 tahun, akibat utang yang meningkat dan perang dagang dengan Amerika Serikat.

Virus corona yang pertama kali muncul di pusat kota Wuhan telah menewaskan lebih dari 200 jiwa dan ribuah orang telah terinfeksi. Jumlah tersebut jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan jumlah korban SARS pada 2003.

Sebelumnya, kemunculan dari penyakit tersebut di luar radar pemerintah China. Sebelum akhirnya pecah, pemerintah China bahkan lebih khawatir dengan risiko kerusuhan akibat jumlah pengangguran yang terus meningkat.

Hingga saat ini, para pembuat kebijakan telah berupaya untuk melakukan langkah-langkah untuk mendorong dunia usaha yang langsung terdampak virus tersebut.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca tentang
Sumber CNBC
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPP Pratama Jakarta Tanah Abang Dua Canangkan ZI-WBK, Apa Itu?

KPP Pratama Jakarta Tanah Abang Dua Canangkan ZI-WBK, Apa Itu?

Whats New
Suku Bunga Acuan Terus Naik, SBN Kian Menarik?

Suku Bunga Acuan Terus Naik, SBN Kian Menarik?

Whats New
KKP Menakar Kontribusi Lamun dalam Pengelolaan Karbon Biru

KKP Menakar Kontribusi Lamun dalam Pengelolaan Karbon Biru

Whats New
[POPULER MONEY] Kementerian PUPR Sindir Meikarta, Beli Rumah Malah Dituntut | Kasus KSP Indosurya Bisa Bikin Orang Kapok Jadi Anggota Koperasi

[POPULER MONEY] Kementerian PUPR Sindir Meikarta, Beli Rumah Malah Dituntut | Kasus KSP Indosurya Bisa Bikin Orang Kapok Jadi Anggota Koperasi

Whats New
Kunjungi 3 Negara Afrika, Luhut Bahas Kerja Sama Transisi Energi hingga Perkeretaapian

Kunjungi 3 Negara Afrika, Luhut Bahas Kerja Sama Transisi Energi hingga Perkeretaapian

Whats New
Stafsus Erick Thohir Sebut Nilai Korupsi Dana Pensiun BUMN Mencapai Sekitar Rp 10 Triliun

Stafsus Erick Thohir Sebut Nilai Korupsi Dana Pensiun BUMN Mencapai Sekitar Rp 10 Triliun

Whats New
Luhut: Saya Ngomong soal OTT, Ada yang Marah-marah

Luhut: Saya Ngomong soal OTT, Ada yang Marah-marah

Whats New
Pancing Minat Konsumen di DI Yogyakarta, PGN Bangun 12.900 Sambungan Jargas Rumah Tangga

Pancing Minat Konsumen di DI Yogyakarta, PGN Bangun 12.900 Sambungan Jargas Rumah Tangga

Whats New
Optimalkan 'Idle Cash', Perusahaan Bisa Manfaatkan Aplikasi Reksa Dana

Optimalkan "Idle Cash", Perusahaan Bisa Manfaatkan Aplikasi Reksa Dana

Whats New
Ingin Sanksi PKU Dicabut, Kresna Life Tawarkan Skema Pembayaran ke Pemegang Polis

Ingin Sanksi PKU Dicabut, Kresna Life Tawarkan Skema Pembayaran ke Pemegang Polis

Whats New
BCA: Pelaku Utama Pembobolan Rekening Bukan Tukang Becak, tapi Kenalan Korban

BCA: Pelaku Utama Pembobolan Rekening Bukan Tukang Becak, tapi Kenalan Korban

Whats New
Bank Jago Bidik Pelaku UMKM Digital demi Dongkrak Kredit

Bank Jago Bidik Pelaku UMKM Digital demi Dongkrak Kredit

Whats New
Gandeng Induk Usaha, Mandiri Tunas Finance Gelar MTF Expo 2023

Gandeng Induk Usaha, Mandiri Tunas Finance Gelar MTF Expo 2023

Whats New
Bank Mandiri Sediakan ATM Setor Tarik Rp 10.000, Ini 5 Lokasinya

Bank Mandiri Sediakan ATM Setor Tarik Rp 10.000, Ini 5 Lokasinya

Whats New
Pengguna PLN Mobile Berkesempatan Dapat Mobil Listrik, Catat Tanggal Pengumumannya

Pengguna PLN Mobile Berkesempatan Dapat Mobil Listrik, Catat Tanggal Pengumumannya

Rilis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+