Jokowi Minta Kartu Pra-Kerja Jalan di Januari 2020, Sekarang Sudah Februari

Kompas.com - 02/02/2020, 11:48 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membagikan kaos kepada masyarakat, usai acara penyerahan sertifikat di gedung WEP Gresik, Senin (27/1/2020) sore. KOMPAS.COM/HAMZAH ARFAHPresiden Joko Widodo (Jokowi) saat membagikan kaos kepada masyarakat, usai acara penyerahan sertifikat di gedung WEP Gresik, Senin (27/1/2020) sore.

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu program ekonomi Presiden Jokowi yang diunggulkan yakni kartu pra-kerja. Dalam program tersebut, pengangguran bisa mendapatkan gaji dan manfaat lain yang nilainya mencapai Rp 7 juta per orang.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menargetkan program pengentasan pengangguran ini bisa dijalankan Januari 2020.

"Saya minta kartu pra-kerja ini segera bisa diimplementasikan tahun depan. Kita harapkan saat menginjak bulan Januari program ini sudah dijalankan," ujar Jokowi di Jakarta, Selasa (12/11/2019) lalu.

Kartu pra kerja sendiri sebenarnya merupakan implementasi janji Jokowi selama masa kampanye pada Pilpres 2019.

Program kartu sakti Jokowi sudah jadi bahan kritik berbagai pihak, terutama lawannya di Pilpres 2019, Prabowo Subianto.

Kontroversinya terletak pada janji Jokowi bahwa pemegang kartu tersebut akan menerima gaji selama belum mendapat pekerjaan, serta dinilai membebani APBN.

Baca juga: Kartu Pra Kerja Jokowi, Sudah Kontroversi Sejak Kampanye

Namun setelah itu, Jokowi menegaskan bahwa program kartu pra kerja bukan menggaji pengangguran.

Program ini merupakan bantuan biaya pelatihan vokasi untuk para pencari kerja yang berusia 18 tahun ke atas dan sedang tidak dalam pendidikan formal, atau untuk para pekerja aktif dan pekerja yang terkena PHK yang membutuhkan peningkatan kompetensi.

Sekilas kartu pra-kerja

Dikutip dari Data Kementerian Keuangan, pengertian Kartu Pra Kerja merupakan kartu yang diberikan kepada pencari kerja atau pekerja untuk mendapatkan layanan pelatihan vokasi (skilling dan re-skilling).

Skilling menyasar bagi pencari kerja berstatus fresh graduate baik baru lulus sekolah maupun kuliah. Sementara re-skilling menyasar pekerja ter-PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) atau berpotensi ter-PHK.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X