Kenaikan Harga Cabai Dorong Inflasi di Januari 2020

Kompas.com - 03/02/2020, 14:33 WIB
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto saat memaparkan inflasi bulan November 2019 di Jakarta, Senin (2/12/2019). KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYAKepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto saat memaparkan inflasi bulan November 2019 di Jakarta, Senin (2/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai inflasi pada Januari 2020 sebesar 0,39 persen. Inflasi itu terjadi salah satunya karena faktor kenaikan harga pangan seperti cabai.

Cabai merah memberikan andil inflasi 0,13 persen dan cabai rawit memberikan andil inflasi 0,05 persen," ujar Kepala BPS Suhariyanto di kantornya, Jakarta, Senin (3/2/2020).

Selain cabai, komoditas lainnya yang menyumbang inflasi, yakni ikan segar, minyak goreng, masing-masing 0,04 persen, beras 0,03 persen, rokok kretek filter, rokok putih masing-masing 0,06 persen dan beberapa sayuran 0,01 persen.

Baca juga: Sri Mulyani Bantah Anggapan Inflasi Rendah Karena Daya Beli Lesu

Kenaikan harga bahan makanan ini yang menyebabkan kelompok makanan, minuman dan tembakau pada Januari 2020 mengalami inflasi 1,62 persen.

“Komoditas yang dominan sumbang deflasi, daging ayam ras harga turun andilnya 0,03 persen, telur ayam ras andilnya 0,01 persen,” kata dia.

Suhariyanto menambahkan, sektor transportasi terjadi deflasi 0,87 persen dengan sumbangan 0,11 persen. Hal ini terjadi karena penurunan harga tiket pesawat dengan andil 0,07 persen.

“Penurunan tiket terjadi di 58 kota, paling tinggi di Padang, Palangka Raya sampai 16 persen, Manado, Tual turun 14 persen. Itu yang memberikan andil kepada deflasi 0,07 persen," ucap dia.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai inflasi pada Januari 2020 sebesar 0,39 persen. Adapun tingkat in?asi tahun ke tahun atau year on yearnya sebesar 2,68 persen.

“In?asi tertinggi terjadi di Meulaboh sebesar 1,44 persen dengan IHK sebesar 106,20 dan terendah terjadi di Gorontalo sebesar 0,03 persen dengan IHK sebesar 103,61,” ujar Kepala BPS Suhariyanto di kantornya, Jakarta, Senin (3/2/2020).

Suhariyanto menambahkan, dari 90 kota yang dilakukan survei, 79 kota mengalami in?asi dan 11 kota mengalami deflasi.

“Deflasi tertinggi terjadi di Baubau sebesar 1,39 persen dengan IHK sebesar 102,09 dan terendah terjadi di Kudus sebesar 0,01 persen dengan IHK sebesar 103,37,” kata dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X