Antisipasi Virus Corona, RI Akan Hentikan Sementara Impor Pangan dari China

Kompas.com - 03/02/2020, 14:39 WIB
Seorang pria mengenakan masker saat mengendarai sepeda motor di jalanan kota Wuhan, China, yang sepi akibat wabah virus corona yang mematikan, Minggu (26/1/2020). AFP/HECTOR RETAMALSeorang pria mengenakan masker saat mengendarai sepeda motor di jalanan kota Wuhan, China, yang sepi akibat wabah virus corona yang mematikan, Minggu (26/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perdagangan berencana akan menghentikan sementara impor pangan atau makanan dari China. Hal ini untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona yang berasal dari China.

"Dengan kondisi yang tidak menentu mengenai virus, kami akan stop sementara untuk pasokan makanan dan minuman dari negara yang terjangkit virus tersebut," ucap Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto saat meninjau harga bahan pangan di Pasar Senen, Senin (3/2/2020).

Meski impor pangan dari China akan berhenti sementara, Mendag memastikan bahwa pangan yang masih di Impor dari China seperti bawang putih masih bisa diisi dari stok dalam negeri.

Baca juga: Cegah Virus Corona, Tiga Perusahaan BUMN Kirim 25.000 Masker ke Hongkong

"Pada dasarnya impor itu mengisi kekosongan. Sementara ada dua hal di sini. Menurut Mentan ini pasokan masih ada, kemudian kita juga harus berhati-hati untuk mengimpor sekarang ini," ucapnya.

Sementara itu Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memastikan pasokan bawang putih dalam negeri masih mencukupi kebutuhan dalam negeri.

"Cadangan untuk bawang putih panen lokal kami sudah siapkan. Insyaallah memenuhi apa yang menjadi kebutuhan. Karena impor yang kemarin kami pun masih punya cadangan menurut hitungan kami," ucapnya.

Baca juga: Akibat Virus Corona, Bisnis Judi di Macau Anjlok Hingga 11,3 Persen

Selain itu Dirjen Hortikultura, Prihasto Setyanto mengatakan, untuk Maret 2020 harusnya kebutuhan bawang putih nasional bisa dipenuhi panen dalam negri.

Ia mengatakan, penen bawang putih akan cukup luas pada Maret 2020. Diperkirakan luasnya akan mencapai 6.000 hekter. Bila 1 hektar bisa panen 10 ton, maka bawang putih yang akan dipanen akan mencapai 60.000 ton.

Adapun secara nasional kebutuhan bawang putih sebesar 45.000 ton, artinya panen Maret sebesar 60.000 ton akan memenuhi kebutuhan nasional.

Baca juga: Semua Penerbangan Lion Air ke China Dibatalkan, Penumpang Bisa Refund

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X