Kompas.com - 03/02/2020, 14:44 WIB
Jajaran direksi dan komisaris PGN di Jakarta, Rabu (21/1/2020). KOMPAS.com/ELSA CATRIANAJajaran direksi dan komisaris PGN di Jakarta, Rabu (21/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Perusahaan Gas Nasional (PGN) mencatat laba bersih pada triwulan III 2019 sebesar 129 juta dollar AS atau setara dengan Rp 1,8 triliun (asumsi kurs Rp 14.000 per dollar AS).

Angka realisasi tersebut merosot cukup dalam dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yakni sebesar 244 juta dollar AS atau setara dengan Rp 3,4 triliun.

"Dapat kami sampaikan juga dalam 5 tahun terakhir keuangan PGN secara umum masih positif, kami masih mencatat keuntungan. Meski, 2019 tren pencapaian mengalami penurunan cukup besar," ujar Direktur Utama PGN, Gigih Prakoso, di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (3/2/2020).

Baca juga: Erick Thohir Tunjuk Arcandra Tahar Jadi Komut PGN

Kemudian, PGN mencatat total pendapatan sampai dengan triwulan III 2019 sebesar 2,812 miliar dollar AS, turun dari periode yang sama pada tahun 2018 sebesar 2,890 miliar dollar AS.

Gigih menjelaskan, setidaknya ada empat alasan utama yang mendorong laba perusahaan terus menurun.

Pertama, harga pembelian pokok (HPP) dari kontraktor kontrak kerja sama (K3S) yang terus meningkat setiap tahunnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Di mana 5 tahun terakhir kenaikan gas hulu ini sudah mencapai 3 persen per tahun," katanya.

Lalu, PGN mencatat pertumbuhan penggunaan gas oleh pihak industri belum terlalu signifikan. Bahkan, Gigih mencatat rata-rata angka pertumbuhan penggunaan gas di level industri baru mencapai 1 persen per tahun.

PGN juga menyalurkan gas dengan harga khusus ke beberapa pihak.

"Contohnya PLN, agar HPP bisa lebih kompetitif apabila mereka menggunakan gas," katanya.

Terakhir, Gigih menekankan bahwa pihaknya belum pernah melakukan penyesuaian harga gas selama 5 tahun kebelakang. Langkah ini dilakukan untuk mendorong kinerja konsumen PGN.

"Ini merupakan upaya kami untuk mendorong sektor industri bisa tumbuh dan lebih kompetitif," ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.