Akibat Virus Corona, 5 Industri Ini Diprediksi Bakal Anjlok

Kompas.com - 03/02/2020, 16:39 WIB
Seorang perempuan warga kota Wuhan, China, mengenakan masker untuk menghindari terinfeksi virus corona yang mematikan saat berbelanja di sebuah pasar di kota Wuhan, Minggu (26/2/2020). AFP/HECTOR RETAMALSeorang perempuan warga kota Wuhan, China, mengenakan masker untuk menghindari terinfeksi virus corona yang mematikan saat berbelanja di sebuah pasar di kota Wuhan, Minggu (26/2/2020).
Penulis Kiki Safitri
|

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Lebih dari sepekan virus corona telah menghancurkan ragam aspek usaha. Misalkan saja perusahaan AS yang ada di China menjadi satu dari sekian banyak perusahaan AS yang terdampak.

Melansir CNBC, Senin (3/2/2020), ada lima industri AS yang mengalami kerugian akibat corona. Misalkan saja dari sektor penerbanhan, hiburan, teknologi, otomotif dan retail.

Perusahaan tentunya mengalami kerugian akibat wabah yang menerjang. Apalagi pemerintah setempat mengeluarkan larangan dan himbauan pabrik untuk memberhentikan kegiatan operasionalnya sementara hingga 9 Februari 2020.

Baca juga: Pengusaha Hotel Gundah Gulana Akibat Virus Corona

Perusahaan AS yang ada di China seperti Walmart dan Tesla juga diketahui mengalami kondisi memburuk yang menekan harga saham masing-masing. Sejumlah perusahaan juga memperingatkan para investor terkait dampak virus corona yang terus menyebar.

CEO Dewan Perjalanan dan Pariwisata Dunia (WTTC) Gloria Guevara mengatakan, sebagian besar konsekuensi dari wabah seperti ini disebabkan oleh kesalahan manajemen, kurangnya komunikasi dan kepanikan.

“Manajemen krisis sangat penting. Mereka harus proaktif dan transparan. Mereka perlu bekerja sama dengan sektor swasta dan kita tidak perlu panik,” kata Gloria.

Baca juga: Impor Pangan dari China Akan Dihentikan Sementara, RI Cari Pemasok Lain

Adapun lima industri yang berdampak akibat penyebaran corona yakni :

1. Penerbangan

Sektor penerbangan merasakan dampak langsung dari virus corona. Permintaan untuk melakukan perjalanan ke China terus anjlok saat virus menyebar.

Banyak maskapai penerbangan mengurangi layanan penerbangan ke China pada awal pekan ini. Ditambah lagi Departemen Luar Negeri yang merilis peringatan untuk tidak mengadakan perjalanan ke China, membuat maskapai mulai benar-benar menutup penerbangan ke China.

Delta Airlines mengumumkan pihaknya mempercepat penangguhan semua layanan ke China dari 2 Februari hingga 30 April 2020. Penerbangan China yang terakhir, berangkat dari AS pada 1 Februari, dan penerbangan kembali terakhir ke AS dari China pada 2 Februari.

Baca juga: Citilink Hentikan Sementara Penerbangan dari dan ke China

American Airlines juga mengatakan akan menghentikan layanan ke China setelah serikat pekerja yang mewakili pilot American Airlines menuntut operator untuk menghentikan layanan ke China di tengah masalah wabah corona.

United Airlines, yang memiliki layanan terbanyak ke China dari semua maskapai AS, mengatakan akan menangguhkan semua penerbangan ke Beijing, Shanghai dan Chengdu dari 6 Februari hingga 28 Maret 2020. Namun, maskapai ini tetap akan terus mengoperasikan jadwal penerbangan San Francisco sekali dalam sehari menuju Hong Kong.

Air Canada juga mengatakan, mereka akan menangguhkan semua penerbangan ke Beijing dan Shanghai dari 30 Januari hingga 29 Februari 2020.

Beberapa maskapai seperti British Airways, KLM Airlines, Cathay Pacific, Finnair, Turkish Airlines, Air France, Air Seoul, EgyptAir, Lion Air, Austrian Airlines, Kenya Airways, Vietjet dan Lufthansa juga mengurangi ataupun meniadakan layanan penerbangan ke China.

Baca juga: Sri Mulyani: Virus Corona Buat Ekonomi China Sulit, Begitu Juga Dunia

2. Hiburan

Tak hanya maskapai yang mengalami dampak corona, perusahaan hiburan di China menutup layanannya. Misalkan saja, Disney yang telah menutup resor di Shanghai dan taman di Hong Kong.

Jalur pelayaran dengan kapal-kapal di China juga menghentikan layanan dan mengembalikan uang pelanggan.

Disney menutup Shanghai Disney Resort-nya pada 25 Januari, sampai pemberitahuan lebih lanjut. Ini juga berlaku pada Taman Disneyland Hong Kong.

Karnaval Cruises menghentikan sembilan kapal pesiar terjadwal dari tanggal 25 Januari dan 4 Februari 2020. MGM Resorts juga mengurangi layanan untuk perayaan Tahun Baru China di resor Macau.

Baca juga: Antisipasi Virus Corona, RI Akan Hentikan Sementara Impor Pangan dari China

Sementara itu, Royal Caribbean mengumumkan penangguhan tiga pelayaran terjadwal hingga 8 Februari karena satu-satunya kapal yang diangkut di China.

Perusahaan memprediksi virus corona akan merusak laporan keuangan 2020 dengan penurunan 10 sen per saham, jika pembatasan perjalanan di China berlanjut hingga Februari.

3. Teknologi

Perusahaan-perusahaan teknologi minggu ini memperingatkan para pemegang saham pada panggilan konferensi triwulanan mereka tentang bagaimana virus corona dapat memengaruhi laba mereka tahun ini.

Baca juga: Semua Penerbangan Lion Air ke China Dibatalkan, Penumpang Bisa Refund

Produksi di pabrik Tesla di Shanghai memang meningkatkan beberapa nilai saham selama beberapa bulan terakhir. Namun, Tesla mengatakan kepada pemegang saham minggu ini pabrik akan tetap ditutup di tengah wabah.

"Ini mungkin sedikit mempengaruhi profitabilitas untuk kuartal tetapi terbatas karena kontribusi laba dari Model 3 Shanghai masih dalam tahap awal," kata CFO Tesla, Zach Kirkhorn.

Sementara itu perusahaan Microsoft menyebut semua perjalanan bisnis karyawan yang tidak terlalu penting dapat dikerjakan dari rumah hingga 9 Februari 2020.

Amazon yang memiliki kantor di Beijing, Shenzen, Shanghai dan Guangzhou, juga mengatakan akan membatasi perjalanan bisnis dari dan ke China hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Perusahaan juga meminta karyawan yang bepergian kembali dari salah satu provinsi yang terkena dampak China untuk bekerja dari rumah selama 14 hari.

Baca juga: Lowongan Kerja BRI untuk S1 dan S2, Cek Pendaftarannya di Sini

Google mengatakan akan menutup sementara kantornya di China dan membatasi perjalanan karyawan. Penutupan itu akan memengaruhi kantor Google di Hong Kong, Taiwan, dan China daratan.

CEO Apple Tim Cook mengatakan perusahaan akan membatasi perjalanan karyawan di China. Perusahaan menutup semua kantor perusahaan, toko, dan pusat kontak di China daratan sampai 9 Februari 2020.

Diketahui, Apple memiliki beberapa pemasok bahan baku di wilayah Wuhan. Cook mengatakan kepada investor, Apple akan menambahkan beberapa fasilitas manufakturnya di tempat lain di China yang kini masih ditutup sampai 10 Februari.

Facebook juga menerapkan aturan membatasi perjalanan karyawan dari dan ke China.

4. Otomotif

Pabrikan mobil mengatakan virus coroba kemungkinan tidak akan menimpa konsumen AS, atau secara substansial berdampak pada operasi perusahaan.

Namun, perusahaan-perusahaan mobil terbesar memiliki perusahaan di China baik melalui manufaktur atau rantai pasok bahan baku.

Perusahaan Fiat Chrysler mengatakan perusahaannya akan membatasi perjalanan ke Wuhan serta sepuluh kota China lainnya.

Baca juga: Lowongan Kerja BUMN Pelindo II, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Ford Motor mengatakan, perusahaan melakukan perpanjangan liburan Tahun Baru China selama dua hari hingga 2 Februari. Selanjutnya perusahaan meminta karyawan di China untuk bekerja dari rumah dari tanggal 3 Februari hingga 7 Februari 2020.

Perusahaan mengatakan akan melanjutkan operasional pada 10 Februari 2020. Kemudian, semua perjalanan bisnis karyawan ke Wuhan diminta untuk melakukan karantina selama 14 hari.

Toyota juga menutup pabriknya hingga 9 Februari 2020. Mereka memastikan virus corona tidak berdampak apa pun kepada konsumen AS.

5. Ritel

Toko ritel di China juga melakukan perpanjangan libur Tahun Baru Imlek bagi karyawan. Provinsi ini yang paling terpukul dan mengeluarkan rekomendasi resmi untuk pembatasan operasi perusahaan dengan membatasi atau mengurangi jam kerja di pabrik dan toko.

Baca juga: Soal Sumber Dana Evakuasi WNI dari Wuhan, Ini Kata Sri Mulyani

Walmart, yang memiliki lebih dari 400 lokasi ritel di seluruh China, mengatakan akan mengikuti rekomendasi resmi pemerintah setempat tetapi tidak mengatakan apakah akan menutup lokasi.

Perusahaan makanan cepat saji, McDonald juga menutup ratusan restoran di provinsi Hubei, provinsi pusat penyebaran, Wuhan.

"Cina adalah pasar penting bagi kami dan kami sangat prihatin dengan situasi di sana, dampak aktualnya pada bisnis kami akan menjadi sangat kecil," kata CEO McDonald, Chris Kempczinski.

Starbucks juga menutup hampir setengah dari lokasi ritel di China. Para eksekutif mengatakan lokasi China yang masih terbuka membuat penjualan melambat.

Coca-Cola juga menutup kantornya di China dan sejumlah pabrik. CEO PT Coca Cola, James Quincey mengatakan terlalu dini untuk menentukan dampak ekonomi jangka pendek.

Baca juga: Berbisnis dengan Pasangan? Simak 5 Tips Ini

Baca tentang


Sumber CNBC
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X