Syarat Impor Bawang Putih Harus Ekspor Bawang Merah Dinilai Tak Realistis

Kompas.com - 03/02/2020, 17:27 WIB
Bawang putih yang dijual di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (3/2/2020). KOMPAS.COM/DEAN PAHREVIBawang putih yang dijual di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (3/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Peneliti Center for Indonesian Policy Studies Felippa Ann Amanta menilai usulan untuk mewajibkan impor bawang putih untuk mengekspor bawang merah sebanyak tiga kali lipat dari volume impor yang diajukan tidak realistis.

Felippa menilai usulan ini justru berpotensi membuat harga keduanya, yaitu bawang putih dan bawang merah, semakin tinggi dan tidak terjangkau masyarakat.

Felippa menjelaskan, saat ini Indonesia masih perlu mengimpor bawang putih karena tingkat konsumsi yang tinggi.

"Tingginya tingkat konsumsi belum mampu didukung oleh jumlah produksi dalam negeri," ucapnya dalam keterangan tertulis, Senin (3/1/2020)

Baca juga: Harga Cabai Naik, Mentan Salahkan Cuaca

Berdasarkan data BPS, tingkat konsumsi bawang putih pada 2018 mencapai 503.644 ton. Sementara itu produksinya hanya sejumlah 39.302 ton.

Berdasarkan studi dari Bappenas, sejak 1990 hingga 2016, konsumsi bawang putih di Indonesia terus meningkat sebanyak 11,24 persen per tahun. Bertambahnya tingkat konsumsi membuat Indonesia harus mengimpor sekitar 95 persen kebutuhan bawang putihnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Impor bawang putih sudah diregulasi melalui penetapan kuota melalui Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) sesuai Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 30 Tahun 2017 serta peraturan wajib tanam yang tercantum di Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 38 Tahun 2017.

Baca juga: Virus Corona Tak Buat 3 Perusahaan China Ini Berhenti Produksi

“Peraturan wajib tanam yang mengharuskan importir menanam sebesar 5 persen dari volume impor juga tidak realistis dengan keadaan," kata dia.

Ada beberapa hal yang memengaruhi, seperti ketidakmampuan importir untuk menanam, sulitnya mencari kelompok petani yang bisa diajak bekerja sama, modal menanam bawang putih yang besar, hingga iklim serta susahnya mencari lahan tanam.

Alhasil, implementasi peraturan ini sering kali gagal meskipun importir sudah bekerja sama dengan petani bawang putih.

Di sisi lain Indonesia sudah swasembada bawang merah sehingga mampu mengekspor. Jika dibandingkan, menurut data BPS, produksi bawang putih di tahun 2018 sebanyak 39.302 ton, sementara produksi bawang merah sebanyak 1.503.438 ton.

Baca juga: Impor Pangan dari China Akan Dihentikan Sementara, RI Cari Pemasok Lain

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.