Hong Kong di Jurang Resesi, Kenapa?

Kompas.com - 04/02/2020, 10:39 WIB
Suasana imlek di Hong Kong, Sabtu (25/1/2020). KOMPAS.com/ABBA GABRILLINSuasana imlek di Hong Kong, Sabtu (25/1/2020).

HONG KONG, KOMPAS.com - Resesi perekonomian Hong Kong terjadi untuk pertama kalinya dalam satu dekade pada kuartal IV 2019 lalu.

Ekonomi Hong Kong turun 0,4 persen jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya pada periode Oktober hingga Desember 2019. Pertumbuhan ekonomi tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan data revisi pertumbuhan ekonomi periode Juli-September 2019 yang sebesar 3 persen.

Adapun secara tahunan, pertumbuhan ekonomi negara kota tersebut merosot 2,9 persen jika dibandingkan dengan versi revisi 2,8 persen di kuartal sebelumnya.

Baca juga: Cegah Virus Corona, Tiga Perusahaan BUMN Kirim 25.000 Masker ke Hongkong

Dikutip dari CNBC, ekonomi Hong Kong tertekan akibat aksi massa yang kerap berakhir rusuh sepanjang tahun juga karena perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

Untuk pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun Hong Kong tercatat melemah 1,2 persen. Ini merupakan untuk pertama kalinya pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan sejak tahun 2009 lalu.

Kerusuhan selama berbulan-bulan di Hong Kong tahun lalu menjerumuskan pusat keuangan dan perdagangan Asia tersebut ke dalam krisis terburuknya sejak ia kembali dari pemerintahan Inggris ke China pada tahun 1997.

Baca juga: Dampak Demo, Modal Asing Keluar dari Hong Kong 5 Miliar Dollar AS

Analis memperkirakan kuartal pertama tahun ini bakal lebih buruk. Sebab, pemerintah setempat tengah memberlakukan langkah-langkah untuk membatasi mobilitas lintas-perbatasan dalam rangka memerangi penyebaran virus corona baru yang berasal dari daratan Cina.

Hal itu merupakan pukulan lebih jauh terhadap industri pariwisata, ritel, dan bisnis lainnya.

Hingga saat ini, terdapat 15 orang yang positif tertular virus corona di Hong Kong dan belum ada korban jiwa.

Adapun berdasarkan data terkini, pemerintah China telah mengonfirmasi jumlah kasus kematian akibat virus corona telah bertambah 64 jiwa. Sehingga secara keseluruhan, kasus kematian akibat virus corona mencapai 425 jiwa, dengan 3.235 orang lainnya terkonfirmasi tertular virus yang masih belum bisa dipastikan penyebabnya itu.

Secara keseluruhan saat ini terdapat 20.438 orang yang terinfeksi virus corona di seluruh dunia.

Baca juga: Aksi Protes Tak Kunjung Usai, Hong Kong Hadapi Ancaman Gelombang PHK

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Luhut Minta Menkes Pelopori Protokol untuk Pelaku Usaha Jelang New Normal

Luhut Minta Menkes Pelopori Protokol untuk Pelaku Usaha Jelang New Normal

Whats New
IHSG dan Rupiah Hari Ini Diprediksi Bakal Rally

IHSG dan Rupiah Hari Ini Diprediksi Bakal Rally

Whats New
Jaga Kelangsungan Usaha di Masa Pandemi, Menaker Terbitkan Surat Edaran

Jaga Kelangsungan Usaha di Masa Pandemi, Menaker Terbitkan Surat Edaran

Whats New
Pemerintah Tambah Subsidi Bunga, Ini Syarat UMKM Bisa Mendapatkan Relaksasi KUR

Pemerintah Tambah Subsidi Bunga, Ini Syarat UMKM Bisa Mendapatkan Relaksasi KUR

Whats New
Pertama Kalinya dalam 29 Tahun, Australia Mengalami Resesi

Pertama Kalinya dalam 29 Tahun, Australia Mengalami Resesi

Whats New
Luhut: Pasca Pandemi, Pemerintah Fokus Hilirisasi Minerba

Luhut: Pasca Pandemi, Pemerintah Fokus Hilirisasi Minerba

Whats New
Perusahaan Wajib Daftarkan Pekerjanya di Program Tapera Paling Lambat 2027

Perusahaan Wajib Daftarkan Pekerjanya di Program Tapera Paling Lambat 2027

Whats New
[POPULER MONEY] Luhut Tantang Pengritik Utang Negara | Tagihan Listrik Raffi Ahmad

[POPULER MONEY] Luhut Tantang Pengritik Utang Negara | Tagihan Listrik Raffi Ahmad

Whats New
Upah Maksimal Rp 8 Juta Berhak Ajukan Pembelian Rumah Melalui Program Tapera

Upah Maksimal Rp 8 Juta Berhak Ajukan Pembelian Rumah Melalui Program Tapera

Whats New
New Normal, Maskapai Diminta Tutup Fasilitas Toilet Pesawat Selama Penerbangan

New Normal, Maskapai Diminta Tutup Fasilitas Toilet Pesawat Selama Penerbangan

Whats New
Tembus Pasar Eropa, Ini Kelebihan Kacang Tanah Lurik Asal NTT

Tembus Pasar Eropa, Ini Kelebihan Kacang Tanah Lurik Asal NTT

Whats New
Holding BUMN Perkebunan Targetkan Produksi 1 Juta Ton Gula

Holding BUMN Perkebunan Targetkan Produksi 1 Juta Ton Gula

Whats New
Pemerintah Alokasikan Rp 52,27 Triliun bagi 12 BUMN,  Untuk Apa?

Pemerintah Alokasikan Rp 52,27 Triliun bagi 12 BUMN, Untuk Apa?

Whats New
Tagihan Listrik Rumah Raffi Ahmad Rp 17 Juta Per Bulan, Ini Kata PLN

Tagihan Listrik Rumah Raffi Ahmad Rp 17 Juta Per Bulan, Ini Kata PLN

Whats New
New Normal di SPBU Pertamina: Isi Bensin Wajib Turun dari Motor!

New Normal di SPBU Pertamina: Isi Bensin Wajib Turun dari Motor!

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X