Wabah Virus Corona, Bank Sentral China Guyur Pasar Rp 2.422 Triliun

Kompas.com - 04/02/2020, 12:06 WIB
Rumah sakit khusus pasien corona Huoshenshan mulai menerima pasien corona, Senin (3/2/2020). Getty ImagesRumah sakit khusus pasien corona Huoshenshan mulai menerima pasien corona, Senin (3/2/2020).

Di sisi lain, China juga telah membukukan kinerja perekonomian yang tak memuaskan hingga akhir tahun lalu. Pada kuartal IV-2019, ekonomi China hanya tumbuh 6,1 persen. Ini merupakan terendah sejak 29 tahun terakhir.

Analis menilai, pertumbuhan ekonomi Beijing bisa melemah lebih lanjut jjika penebaran virus yang setipe dengan SARS tersebut berlangsung dalam waktu yang lebih lama.

Adapun berdasarkan data terkini, Pemerintah China telah mengonfirmasi jumlah kasus kematian akibat virus corona telah bertambah 64 jiwa. Sehingga, secara keseluruhan, kasus kematian akibat virus corona mencapai 425 jiwa, dengan 3.235 orang lainnya terkonfirmasi tertular virus yang masih belum bisa dipastikan penyebabnya itu.

Secara keseluruhan, saat ini terdapat 20.438 orang yang terinfeksi virus corona di seluruh dunia.

Baca juga: Karena Virus Corona, Apindo Koreksi Pertumbuhan EKonomi RI di Level 5 Persen

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X