Cabai Rawit di Jakarta Kini Tembus Rp 110.000/Kg, Semahal Daging Sapi

Kompas.com - 04/02/2020, 16:32 WIB
Marwan, salah seorang pedagang cabai di Pasar Pulogadung kepada awak media di Pasar Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (8/1/2020). KOMPAS.COM/DEAN PAHREVIMarwan, salah seorang pedagang cabai di Pasar Pulogadung kepada awak media di Pasar Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (8/1/2020).

Menurutnya, permintaan cabai khususnya jenis rawit terus meningkat dari tahun ke tahun seiring tren kuliner berbahan baku cabai rawit yang populer sejak beberapa tahun belakangan.

Dikatakannya, lonjakan harga cabai dalam beberapa waktu terakhir terjadi karena banyak petani yang gagal panen serentak di sejumlah daetah sentra imbas perubahan iklim.

"Cabai saya informasikan naiknya luar biasa, terutama cabai rawit. Penyebab pertama itu iklim, karena banyak petani cabai kita salah memprediksi," ucap Hamid.

Dia mencontohkan, pada Oktober tahun lalu, petani memprediksi musim hujan sudah mulai datang yang artinya mereka bisa mulai menanam cabai.

"Ternyata kondisinya Oktober belum hujan, sampai November juga ternyata belum hujan juga. Sementara banyak petani sudah terlanjur tanam di bulan itu buat dipanen nanti (Januari-Februari 2020)," jelas Hamid.

Akibat kekeringan tersebut, banyak tanaman cabai petani gagal panen. Ini membuat pasokan cabai di bulan pertama 2020 anjlok yang berimbas pada harga di pasaran.

Baca juga: Januari Sudah Mau Berakhir, Harga Cabai Masih Tetap Mahal...

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ternyata banyak nggak panen, karena masih kekeringan. Banyak tanaman cabai mati, air yang ditunggu tidak datang. Memang ada yang panen, tapi jumlahnya sangat sedikit," ujarnya.

Selain kekeringan, hujan yang datang berhari-hari di sejumlah daerah sentra cabai juga membuat tanaman cabai tak bisa segera dipanen. Jika petani tetap memaksa panen cabai saat kondisi hujan, malah akan membuat cabai cepat rusak sebelum sampai ke pasar.

"Nah sekarang sudah hujan, masalahnya lagi hujannya kebanyakan. Januari ini kan hujan terus, itu juga banyak sebabkan banyak cabai mati dan susah dipanen, sekitar 60 persen (rusak)," terang Hamid.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.