Bangun Mandalika dkk, ITDC Minta Suntikan Dana dari Pemerintah

Kompas.com - 04/02/2020, 18:32 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) meminta suntikan dana ke pemerintah dalam bentuk Penyertaan Modal Negara (PMN).

Hal itu disampaikan BUMN tersebut saat rapat kerja dengan anggota Komisi IV DPR RI bersama Wakil Kementerian BUMN di Jakarta, Rabu (4/2/2020).

"Bukan perkara yang mudah dan cukup berat, kami perlu dukungan dan support dalam percepatan pembangunan destinasi terutama dalam membangun infrastrukturnya," ujar Direktur Utama ITDC Abdulbal M Mansoer.

Baca juga: Erick Thohir Ingin Perusahaan Farmasi Lakukan Riset Vaksin Corona

Ia mengatakan, suntikan dana tersebut dibutuhkan ITDC untuk pembangunan dan pengembangan 5 destinasi wisata super prioritas yang ditetapkan pemerintah.

Lima destinasi super prioritas yang menjadi prioritas pemerintah tersebut terdiri dari Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuhan Bajo dan Likupang.

Direktur Utama ITDC Abdul Abdulbal M Mansoer mengatakan untuk tahap pembangunan infrastruktur tahap awal saja di Mandalika membutuhkan dana lebih dari Rp 5 triliun dan Labuhan Bajo butuh lebih dari Rp 3 triliun.

Selain itu ITDC juga mengharapkan dukungan pemerintah dalam mengesahkan skema insentif pajak yang diterapkan di kawasan ekonomi khusus (KEK). Saat ini, Mandalika sudah berstatus KEK dan sudah ada PP Nomor 50 tahun 2015 namun sejauh ini penerapannya belum bisa dilakukan.

Baca juga: Cabai Rawit di Jakarta Kini Tembus Rp 110.000/Kg, Semahal Daging Sapi

"Jadi investor pada waktu itu datang ke kantor pajak dan belum ada PMK- nya padahal sudah ada payung hukum KEK di mana seluruh investor dalam KEK sudah dapat insetif pajak tapi pada prakteknya mereka belum bisa melakukannya" ucapnya.

Ia berharap kedepannya dengan adanya KEK yang sudah ditetapkan para investor bisa menikmati insentif pajak dan sejauh ini sudah ada beberapa investor yang sudah melakukan pembangunan.

Sementara untuk pendapatan atau revenue di perusahaan BUMN ini sangat kecil yaitu berada di bawah Rp 500 miliar.

"Kami sadar performa perusahaan ini terpengaruh dari investasi tersebut kami juga cari cara agar bisa membangun tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)," ujar Abdul.

Baca juga: Bak Kisah Roro Jonggrang, China Bangun RS Khusus Corona Cuma 10 Hari

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

RI Bidik Ekspor Produk Biomassa Cangkang Sawit ke  Jepang

RI Bidik Ekspor Produk Biomassa Cangkang Sawit ke Jepang

Whats New
Cara Top Up DANA lewat BSI Mobile dan ATM BSI dengan Mudah

Cara Top Up DANA lewat BSI Mobile dan ATM BSI dengan Mudah

Spend Smart
Kemenaker Dorong Perusahaan Segera Daftarkan Pekerjanya yang Belum Terdaftar Jamsostek

Kemenaker Dorong Perusahaan Segera Daftarkan Pekerjanya yang Belum Terdaftar Jamsostek

Whats New
Mie Sedaap Ditarik di Hong Kong, Ini Kata BPOM

Mie Sedaap Ditarik di Hong Kong, Ini Kata BPOM

Whats New
Kementerian PUPR Targetkan Penyelesaian 9 Bendungan Hingga Akhir 2022

Kementerian PUPR Targetkan Penyelesaian 9 Bendungan Hingga Akhir 2022

Whats New
BTPN Salurkan Kredit Rp 149,26 Triliun hingga Akhir Juni, Masih Didominasi Segmen Korporasi

BTPN Salurkan Kredit Rp 149,26 Triliun hingga Akhir Juni, Masih Didominasi Segmen Korporasi

Whats New
5 Tips Memilih Investasi yang Aman, Apa Saja?

5 Tips Memilih Investasi yang Aman, Apa Saja?

Whats New
Bank Raya Tunjuk Ida Bagus Jadi Dirut Baru, Gantikan Kaspar Situmorang

Bank Raya Tunjuk Ida Bagus Jadi Dirut Baru, Gantikan Kaspar Situmorang

Whats New
Bantu Perusahaan Bangun Relasi dengan Stakeholder, Tada Gifting Diluncurkan

Bantu Perusahaan Bangun Relasi dengan Stakeholder, Tada Gifting Diluncurkan

Whats New
Pendapatan Klinko (KLIN) Naik 215 Persen pada Semester I-2022

Pendapatan Klinko (KLIN) Naik 215 Persen pada Semester I-2022

Whats New
Astra Internasional Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Cek Posisi dan Syaratnya

Astra Internasional Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Cek Posisi dan Syaratnya

Work Smart
Krisis Inggris, Sri Mulyani Sebut Ekonomi Indonesia Cukup Kuat

Krisis Inggris, Sri Mulyani Sebut Ekonomi Indonesia Cukup Kuat

Whats New
Sucofindo Buka Lowongan Kerja untuk Pegawai Kontrak, Ini Posisi yang Dibutuhkan

Sucofindo Buka Lowongan Kerja untuk Pegawai Kontrak, Ini Posisi yang Dibutuhkan

Work Smart
Syarat dan Cara Membuat Akun Pendataan Tenaga non-ASN BKN 2022

Syarat dan Cara Membuat Akun Pendataan Tenaga non-ASN BKN 2022

Whats New
BRI Buka Lowongan Kerja Lewat Jalur Program BFLP hingga 11 Oktober

BRI Buka Lowongan Kerja Lewat Jalur Program BFLP hingga 11 Oktober

Work Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.