Bank Sentral China Pangkas Suku Bunga Acuan, Wall Street Melaju

Kompas.com - 04/02/2020, 22:45 WIB
Ilustrasi THINKSTOCKIlustrasi

NEW YORK, KOMPAS.com - Saham-saham Wall Street yang sempat rontok akhir pekan lalu akibat virus corona mulai bangkit sejak Senin.

Melansir CNBC, Selasa (4/2/2020) pada pembukaan pasar hari ini, indeks Dow Jones Industrial Average naik dari level 309 ke level 329. Sementara S&P 500 futures naik 1,1 persen dan Nasdaq 100 futures naik 1,3 persen.

Saham-saham yang pekan lalu dilanda kekhawatiran virus corona juga mulai naik, seperti saham Apple melonjak 1,7 persen. Sementara perusahaan pelayaran Carnival juga naik 2 dari sebelumnya.

Baca juga: Pasca-Imlek, Bursa Saham China Turun Lebih Dari 7 Persen

Indeks Dow sempat turun 603 poin, atau 2,1 persen pada Jumat pekan lalu dan mulai naik 144 poin, atau 0,5 persen pada Senin. Demikian juga dengan indeks Dow futures yang naik 1,1 persen pada Selasa.

Melajunya Wall Street terjadi usai Bank Sentral China memangkas suku bunga acuan serta melonggarkan rasio pencadangan bank dalam beberapa minggu mendatang untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Kebijakan ini muncul setelah sehari lalu Bank Rakyat China menyuntikkan dana likuiditas hingga mencapai lebih dari 1 triliun yuan.

"Keseimbangan antara deleveraging dan pertumbuhan cenderung dimiringkan ke arah stimulus untuk memperbaiki kerugian karena virus dan karantina," kata Larry Brainard, ketua emerging market di TS Lombard.

Larry menyebut pada kuartal pertama GDP China diprediksi akan cenderung turun tajam. Maka dari itu diharapkan Beijing dapat merespons secara agresif dengan stimulus fiskal dan moneter untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kuartal dua. Ini diyakini akan memulihkan kondisi industri.

Di sisi lain, saham China melonjak tajam setelah penurunan besar kemarin, Senin. Shanghai Composite ditutup 1,3 persen lebih tinggi sementara indeks Saham Shenzhen naik 1,8 persen. Indeks ekuitas lainnya di wilayah ini, termasuk Hang Seng Hong Kong dan Kospi Korea, juga membukukan kenaikan yang kuat.

Sentimen positif itu merambah ke pasar ekuitas Eropa dimana indeks Stoxx 600 naik 1,1 persen. Sementara itu, Dax Jerman naik 1,2 persen dan CAC 40 Prancis naik 1,3 persen.

Saham Tesla juga melonjak 19,9 persen dan merupakan level tertinggi dalam enam tahun.

Di sisi lain, minyak berjangka AS mencapai level terendah dalam satu tahun yakni di bawah 50 dollar AS pada hari Senin. Namun pasa Selasa harga minyak mengalami koreksi dan naik 1,3 persen menjadi 50,75 dollar AS.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X