China Tetap Minta Maskapainya Terbangi Rute Internasional

Kompas.com - 05/02/2020, 09:32 WIB
Pesawat milik maskapai China Airlines. ShutterstockPesawat milik maskapai China Airlines.
|

SHANGHAI, KOMPAS.com - Otoritas Penerbangan Sipil China mendesak maskapai domestik untuk tetap terbang ke rute internasional, meski beberapa negara telah menghentikan penerbangan ke China termasuk Indonesia.

Dikutip Reuters, Rabu (5/2/2020), kantor berita setempat Xinhua memberitakan desakan itu untuk menanggapi penurunan permintaan karena merebaknya virus corona.

Permohonan dari otoritas penerbangan setempat untuk maskapai domestik itu tertera pada akun Xinhua di aplikasi pesan instan, Weibo.

Baca juga: Resmi, Bandara Soekarno-Hatta Hentikan Penerbangan dari dan ke China

Bahkan, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, larangan bepergian sebetulnya tidak perlu.

Sementara itu pihak OAG Aviation Worldwide Ltd mengatakan, ada perubahan jadwal yang dramatis akibat wabah corona. Setidaknya dalam pekan ini, lebih dari 25.000 penerbangan ke dan dari China dibatalkan.

Data VariFlight menunjukkan, sebanyak 41 maskapai penerbangan China telah membatalkan 2/3 dari 16.623 penerbangan pada Selasa pukul 10.30 waktu Beijing.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, 10 maskapai regional dari Hong Kong dan Taiwan telah membatalkan 162 penerbangan. Adapun 37 maskapai dari negara lain membatalkan 168 penerbangan pada hari yang sama.

Baca juga: Akibat Virus Corona, Pembatalan Kamar Hotel Melonjak

Secara akumulasi, telah ada sekitar sekitar 90.000 penerbangan dibatalkan sejak 10 Januari-3 Februari. 10.000 jadwal penerbangan pun dihapus setiap hari sejak awal Februari.

Beberapa maskapai penerbangan seperti Cathay Pacific Hong Kong telah berencana mengurangi 30 persen dari kapasitasnya selama 2 bulan ke depan, termasuk sekitar 90 persen dari penerbangannya ke Cina daratan.

Di Indonesia sendiri, Kementerian Perhubungan RI telah memutuskan untuk menunda penerbangan dari dan ke seluruh destinasi di China hingga batas waktu yang akan ditentukan kemudian. Namun penundaan itu tidak termasuk untuk rute Hongkong dan Macau.

Penundaan tersebut telah berlaku semalam, Rabu (5/2/2020) pukul 00.00 WIB.

“Penundaan sementara ini ditujukan untuk melindungi masyarakat dari risiko tertular mengingat salah satu yang menjadi potensi masuknya penyebaran virus adalah akses transportasi udara yang erat kaitannya dengan keluar masuknya penumpang internasional," ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Baca juga: Tinggal Eksekusi, OJK Restui Ilham Habibie Cs Selamatkan Bank Muamalat

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.