Bonus Demografi Belum Mampu Dorong Akselerasi Ekonomi RI, Mengapa?

Kompas.com - 05/02/2020, 10:05 WIB
Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, Senin (3/2/2020) KOMPAS.com/ Bambang P. JatmikoKepala BKKBN Hasto Wardoyo, Senin (3/2/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com –Indonesia sudah masuk dalam bonus demografi. Namun, mengapa hal itu belum memberikan dampak terhadap akselerasi perekonomian nasional?

Sebagaimana diketahui, Jepang pada era 70an mendapatkan bonus demografi. Saat itu perekonomian negara tersebut melaju kencang karena ditopang oleh banyaknya tenaga kerja produktif serta industrialisasi.

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengatakan ada banyak hal yang membuat bonus demografi di Indonesia belum terlihat signifikan dalam mendorong akselerasi perekonomian. Salah satunya adalah kualitas SDM.

Baca juga: Bonus Demografi Indonesia Dibayangi "Stunting"

“Kualitas SDM menjadi salah satu penyebab mengapa bonus demografi tidak terlalu berpengaruh terhadap perekonomian. Ada banyak faktor yang mempengaruhinya. Tak hanya faktor biologis, namun psikologis,” kata Hasto saat berbincang dengan Kompas.com, Senin (3/2/2020).

Dalam hubungannya dengan psikologis, Hasto mengatakan saat ini banyak remaja yang mengalami gangguan emosional. Pada 2013, rasio Mental Emotional Disorder berada di level 6,1, sedangkan saat ini mengalami kenaikan di level 7,5.

“Padahal, masa remaja ini adalah waktu yang menentukan seseorang menghadapi masa depan,” lanjut Hasto.

Terkait dengan hal ini, BKKBN akan memberikan perhatian kepada remaja dan milenial agar kelompok usia tersebut lebih produktif.

Salah satu yang akan dikuatkan adalah melakukan sosialisasi mengenai perencanaan masa depan. Dalam hal ini, BKKBN akan mengintensifkan kampanye agar remaja fokus pada pengembangan diri.

“Seperti tidak menikah dini dan hal-hal lain yang relevan dengan isu-isu terkait kehidupan remaja dan milenial,” kata Hasto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.