Jiwasraya Dahulukan Pembayaran Polis untuk Pensiunan dan Pegawai

Kompas.com - 05/02/2020, 13:28 WIB
Ilustrasi Jiwasraya KONTAN/Cheppy A. MuchlisIlustrasi Jiwasraya

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan upaya pengembalian dana nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero) akan mendahulukan nasabah tradisional.

Mantan Direktur Utama Bank Mandiri tersebut menjelaskan, nasabah tradisional tersebut meliputi pensiunan dan pegawai.

"Jadi dalam batch pertama pembayarna kita utamakan dulu untuk pembayaran polis-polis tradisional. Dan nantinya ktia harapkan polis tradisional ini bisa kita sehatkan ke depan," ujar dia ketika ditemui di Mandiri Investment Forum, Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Baca juga: Pemerintah Harus Bisa Rampungkan Kasus Jiwasraya pada 2023

Lebih lanjut Tiko menjelaskan per Januari 2020 ini, jumlah klaim yang harus dibayarkan oleh Jiwasraya kepada nasabah mencapai Rp 16 triliun.

Namun demikian, Tiko tidak menjelaskan lebih rinci mengenai waktu pencairan dana nasabah yang tertahan di perusahaan asuransi pelat merah itu. Sebelumnya, pemerintah sempat menyatakan pembayaran klaim bakal dilakukan pada kuartal I tahun ini di kisaran bulan Maret.

"Itu nanti tergantung. Karenan nanti masih menunggu payung hukum dari panja (panitia kerja di DPR)," ujar dia.

Pendahuluan pembayaran untuk nasabah tradisional dilakukan lantaran beban ekonomi nasabah yang bersangkutan dianggap lebih berat.

Tiko mengatakan, hal itu sesuai dengan janji Presiden Joko Widodo dan Menteri BUMN Erick Thohir.

Secara keseluruhan jumlah nasabah tradisional Jiwasraya mencapai 4,7 juta orang. Namun menurut Tiko nasabah yang klaimnya sudah jatuh tmpo masih sedikit.

Sebab, klaim dari nasabah tradisional sebagian besar bersifat jangka panjang karena merupakan asuransi dana pensiun.

Sementara, untuk produk asuransi bancassurance JS Saving Plan yang bermasalah, per Januari 2020 total utang klaim yang harus dibayarkan oleh perseroan mencapai Rp 16 triliun. Tiko menegaskan, klaim tersebut bakal dibayarkan secara bertahap.

"Kalau yang nasabah JS Saving Plan memang Rp 16 triliun. Itu akhir Januari, sudah hampir semuanya jatuh tempo. Jadi memang kalau yang JS Saving Plan sudah menjadi utang klaim semua," jelas Tiko.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X