Wabah Corona, 3.000 Wisatawan Asal China Tertahan di Bali

Kompas.com - 06/02/2020, 05:43 WIB
Wisatawan Tiongkok di Tanah Lot, Kabupaten Tabanan, Bali, Jumat (26/6/2015). KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANAWisatawan Tiongkok di Tanah Lot, Kabupaten Tabanan, Bali, Jumat (26/6/2015).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Bali mengatakan masih ada sekitar 3.000 wisatawan mancanegara (wisman) asal China yang menetap di Bali hingga Rabu (5/2/2020).

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati mengatakan, wisatawan Bali yang menetap itu umumnya tidak mengetahui informasi soal penutupan penerbangan dari/ke China oleh pemerintah sejak Rabu (5/2/2020) pukul 00.00 WIB.

"Mereka tidak tahu bahwa ada pengumuman penutupan penerbangan. Jadi ndak bisa (pulang) mereka," kata pria yang kerap disapa Cok Ace itu kepada Kompas.com, Rabu (5/2/2020).

Baca juga: BPS soal Virus Corona: Kita Perlu Antisipasi

Selain tidak tahu informasi, Cok Ace bilang wisman China banyak yang meneruskan liburannya di Bali karena takut pulang ke kampung halaman. Namun, mereka kerap terbentur masa berlaku visa.

Untungnya, kata Cok Ace, pemerintah melalui Kementerian hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI memperbolehkan wisman untuk memperpanjang masa berlaku visa. Mengingat, saat ini belum ada lagi penerbangan ke China.

"Jadi sedikit membantu kami juga di sini. Artinya ada wisatawan China yang stay di Bali (pendapatan sektor pariwisata bertambah)," ungkap dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk menjamin keselamatan dan kesehatan masyarakat setempat, Pemprov Bali terus mengawasi wisman China yang belum genap 14 hari di Bali, karena masih berpotensi membawa virus corona karena masa inkubasi virus sekitar 7-14 hari.

Data turis tersebut diperoleh dari masing-masing agen perjalanan yang membawa wisman tersebut ke Bali.

"Walaupun kita punya alat thermo scanner di airport, itu belum menjamin orang itu betul-betul tidak membawa virus. Jadi tamu-tamu China yang datang belum 14 hari itu masih dalam pengawasan kami," terang Cok Ace.

Bila terdeteksi virus, Cok Ace berkata pihaknya telah menyiapkan langkah khusus. Apalagi Bali memiliki tempat karantina dan perawatan medis yang lebih baik.

"Bahkan Timor Leste pun meminjam karantina Bali untuk mahasiswanya 17 orang di China, tapi kami menolak. Kalau terjadi pemerintah di sini (punya peralatan medis) cukup lengkap untuk menangani hal-hal tersebut. Tapi ya mudah-mudahan tidak terjadi," harapnya.

Sebagai informasi, virus pneumonia mematikan alias virus corona pertama kali menyebar di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China. Hingga Selasa malam waktu setempat, setidaknya sudah ada 490 orang kehilangan nyawa dengan 24.324 kasus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.