[POPULER MONEY]: Porang Menjadi "Emasnya" Petani | Gaji Pensiunan PNS Belum Cair

Kompas.com - 06/02/2020, 06:00 WIB
Pengusaha porang, Paidi, menjemur porang yang diiris lalu dijual ke pabrik porang yang beroperasi di Jawa Timur. KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWIPengusaha porang, Paidi, menjemur porang yang diiris lalu dijual ke pabrik porang yang beroperasi di Jawa Timur.

JAKARTA, KOMPAS.com - Industri kosmetik global yang melaju membuat pamor sejumlah komoditas pertanian ikut terkerek. Salah satunya adalah porang.

Tanaman umbi-umbian tersebut kini menjadi primadona petani karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Berita mengenai porang ini menjadi yang terpopuler sepanjang hari kemarin, Rabu (5/2/2020).

Berita lain yang juga terpopuler adalah pensiunan PNS kebingungan karena gaji belum cair. Berikut adalah daftar berita terpopuler kanal Money Kompas.com sepanjang hari kemarin: 

1. Dulu Dianggap Makanan Ular, Porang Kini Jadi "Emas" Petani

Jika dulu banyak dibuang, tanaman porang kini banyak dibudidayakan petani di sejumlah daerah. Di pasar ekspor, umbi porang yang diolah jadi tepung ini laku keras. Padahal, tanaman ini tumbuh liar di pekarangan rumah dan dianggap masyarakat sebagai makanan ular.

Umbi dari porang, banyak dicari di pasaran luar negeri seperti Jepang, China, Taiwan, dan Korea. Tepung umbinya dipakai sebagai bahan baku kosmetik, obat, hingga bahan baku ramen. Selengkapnya silakan baca di sini.

2. Pensiunan PNS Kebingungan Gaji Pensiun Belum Cair

Pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) kebingungan gaji pensiunan mereka belum bisa diambil. Hal ini ditengarai akibat keterlambatan pembayaaran oleh PT Taspen (Persero).

Seperti diketahui Taspen menyelenggarakan Program Asuransi Sosial Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang terdiri dari Program Pensiun Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Tabungan Hari Tua (THT).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Salah satu pensiunan PNS, Sukirman mengatakan gaji pensiunnya belum masuk ke rekening bank miliknya hingga 4 Februari 2020. Ia pun merasa kebingungan. Bagaimana kisah selengkapnya? Silakan baca di sini.

3. Sri Mulyani Sebut Bapak-bapak Ciptakan Ketidakpastian Global, Mengapa?

Berbagai masalah di beberapa belahan dunia membuat kondisi perekonomian global cukup bergejolak dalam tiga tahun belakangan.

Perang dagang antara Amerika Serikat dan China yang terjadi sejak pertengahan 2018 baru mencapai kesepakatan tahap pertama di awal tahun ini. Namun, belum usai kesepakatan tersebut, Amerika Serikat pun memicu konflik lain dengan Iran melalui serangan drone yang menewaskan petinggi militer negara tersebut. Lantas mengapa bapak-bapak menjadi pemicu ketidakpastian global? Selengkapnya silakan baca di sini.

4. Jokowi Pernah Jengkel karena Harga Cabai

Memasuki Februari 2020, harga cabai belum juga turun. Harga bahan baku utama sambal ini meroket hingga sempat menembus di atas Rp 100.000 per kg atau sudah setara dengan harga daging sapi.

Persoalan mahalnya harga cabai ini seolah jadi masalah klasik menahun yang tak kunjung dicarikan solusi. Seolah jadi langganan setiap tahun, harga cabai akan melonjak tajam, terutama saat transisi pergantian musim.

Polemik harga cabai sampai membuat Presiden Joko Widodo ( Jokowi) merasa kesal pada tahun 2017. Mantan Wali Kota Solo ini jengkel karena harga cabai bisa jadi keributan di masyarakat selama berbulan-bulan. Selengkapnya silakan baca di sini.

5. Ini Biang Kerok Melonjaknya Harga Masker N95

Harga masker N95 di Indonesia melonjak drastis setelah merebaknya penyebaran virus corona dari China.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir mengatakan, kenaikan harga masker disebabkan kelangkaan produk tersebut di pasaran. Sebab, produsen masker tersebut saat ini tak bisa memenuhi kebutuhan pasar yang begitu tinggi.

“Semua orang lagi panik, sehingga kelangkaan supply, jadi harganya naik,” ujar Honesti di Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Honesti mengaku perusahaannya yang saat ini telah ditunjuk menjadi induk holding BUMN farmasi bukan produsen masker N95. Perusahaanya hanya menjadi trader dalam produk tersebut. Selengkapnya silakan baca di sini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

IHSG Intip Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Simak Saham-saham yang Bisa Dicermati

IHSG Intip Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Simak Saham-saham yang Bisa Dicermati

Whats New
[POPULER MONEY] Direktur Indomaret Meninggal akibat Kecelakaan | Kapan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Beroperasi

[POPULER MONEY] Direktur Indomaret Meninggal akibat Kecelakaan | Kapan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Beroperasi

Whats New
Kapal Kandas di Lombok Timur, KKP Minta Perusahaan Tanggung Jawab Pulihkan Terumbu Karang

Kapal Kandas di Lombok Timur, KKP Minta Perusahaan Tanggung Jawab Pulihkan Terumbu Karang

Whats New
Harta Elon Musk Setara Total Kekayaan Bill Gates dan Warren Buffett

Harta Elon Musk Setara Total Kekayaan Bill Gates dan Warren Buffett

Whats New
Cara Isi Saldo OVO Lewat M-Banking BCA, BRI, BNI, dan Bank Mandiri

Cara Isi Saldo OVO Lewat M-Banking BCA, BRI, BNI, dan Bank Mandiri

Whats New
 Apa Itu Reksa Dana Indeks?

Apa Itu Reksa Dana Indeks?

Spend Smart
Apakah yang Dimaksud dengan Distribusi dan Distributor?

Apakah yang Dimaksud dengan Distribusi dan Distributor?

Whats New
Mengenal Beda ETF dan Reksa Dana Biasa yang Perlu Kamu Tahu

Mengenal Beda ETF dan Reksa Dana Biasa yang Perlu Kamu Tahu

Spend Smart
Baragam Faktor Utama Pendukung Keberhasilan Usaha

Baragam Faktor Utama Pendukung Keberhasilan Usaha

Work Smart
Direktur Indomaret Yan Bastian Meninggal Akibat Kecelakaan di Tol Cipularang

Direktur Indomaret Yan Bastian Meninggal Akibat Kecelakaan di Tol Cipularang

Whats New
Cara Mengisi Shopeepay di Alfamart dan Indomaret

Cara Mengisi Shopeepay di Alfamart dan Indomaret

Spend Smart
Jenis Tabungan, Jumlah Setoran Awal BRI, Serta Biaya-biaya Lainnya

Jenis Tabungan, Jumlah Setoran Awal BRI, Serta Biaya-biaya Lainnya

Whats New
Program Makmur Integrasikan Petani dengan BUMN, Erick Thohir: Tidak Mungkin Kita Berdiri Sendiri

Program Makmur Integrasikan Petani dengan BUMN, Erick Thohir: Tidak Mungkin Kita Berdiri Sendiri

Rilis
Siap-siap, Kemensos Bakal Cairkan Bansos Rp 74,08 Triliun Tahun 2022

Siap-siap, Kemensos Bakal Cairkan Bansos Rp 74,08 Triliun Tahun 2022

Whats New
Dengan Program Makmur Pupuk Kaltim, Pendapatan Petani Padi di Banyuwangi Naik Jadi Rp 24 Juta per Hektare

Dengan Program Makmur Pupuk Kaltim, Pendapatan Petani Padi di Banyuwangi Naik Jadi Rp 24 Juta per Hektare

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.