BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Sido Muncul

Lewat Iklan Kreatif, Masyarakat Indonesia Diajak Dukung Investasi

Kompas.com - 06/02/2020, 10:21 WIB
Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat di lokasi shooting iklan terbaru salah satu produk andalan Sido Muncul yakni Kuku Bima di kawasan Museum Purna Bhakti Pertiwi, Jakarta, Rabu (5/2/2020) Dok. Sido MunculDirektur Sido Muncul Irwan Hidayat di lokasi shooting iklan terbaru salah satu produk andalan Sido Muncul yakni Kuku Bima di kawasan Museum Purna Bhakti Pertiwi, Jakarta, Rabu (5/2/2020)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Joko Widodo menginginkan draf Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja mampu menciptakan iklim usaha yang kondusif. Dengan begitu, lapangan kerja baru tercipta bagi masyarakat Indonesia.

Tak cuma itu, Presiden Jokowi menginginkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) didukung agar berkembang lewat Omnibus Law.

Para legislator pun telah menetapkan Omnibus Law yang merupakan penyederhanaan hukum soal Cipta Lapangan Kerja masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2020.

Sejalan dengan kebijakan pemerintah, Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat, berpendapat langkah-langkah pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif sudah tepat.

“Sebab, investasi itu akan menciptakan lapangan kerja. Nah, dengan begitu pengangguran berkurang,” ujar Irwan di Museum Purna Bhakti Pertiwi, Rabu (5/2/2020).

Baca juga: Ini Target Penurunan Angka Pengangguran pada 2020

Ia menjelaskan, 1 persen pertumbuhan ekonomi mampu menyerap 300.000 tenaga kerja. Sementara itu, ada 2 juta angkatan kerja baru tiap tahunnya di Indonesia.

“Ya kalau 2 juta kan butuh 7 persen pertumbuhan ekonomi. Tapi jaman sekarang kan karena perkembangan teknologi, maka serapan tenaga kerja setiap (pertumbuhan ekonomi) satu persen pun berkurang (tidak sampai 300.000),” kata dia.

Pemerintah pun berupaya membuka peluang untuk investor dengan menyediakan infrastruktur. Namun demikian, calon investor juga membutuhkan regulasi yang mendukung.

Irwan menegaskan, investasi dari pihak mana pun dibutuhkan Indonesia, termasuk dari negara lain.

“Masyarakat harus dengan sadar menerima bahwa investasi itu perlu, investasi dibutuhkan. Investasi dari mana sajalah, dari India, Arab, China, Korea, Jepang,” ujarnya.

Baca juga: Mahfud MD: Omnibus Law Seolah Permudah China Masuk, Itu Salah!

Ia juga mengingatkan, masyarakat tak perlu khawatir masuknya investasi asing karena pemerintah tetap menjadi pemegang kendali atas Indonesia.

Pada periode pertama pemerintahan Presiden Jokowi, pemerintah telah menyiapkan infrastruktur seperti kawasan industri, pelabuhan, jalan, dan listrik.

Berbagai sarana tersebut, kata dia, perlu diperkuat dengan regulasi yang menarik bagi investor.

“Pemerintah sedang berupaya menciptakan aturan yang ramah investasi,” ucapnya.

Lewat produk kreatif

Ia mengakui, sejumlah kalangan memang belum memahami kebijakan pemerintah tersebut. Berangkat dari situ, Sido Muncul memproduksi iklan yang memuat pesan khusus terkait investasi di Indonesia.

Irwan tak sekedar menuangkan ide, gagasannya. Ia bersama Wakil Direktur Marketing Sido Muncul, Maria Reviani Hidayat, hadir di lokasi shooting, yang berada di kawasan Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah. 

Sejak matahari bersinar terik hingga hujan mengguyur lokasi shooting, Irwan terus menemani proses pengambilan gambar tersebut.

Sesekali ia berbincang dengan para pekerja kreatif yang ada di sekitar area shooting. Para talent yang terlibat dalam pembuatan iklan pun disapa dengan gaya bicara yang bersahabat.

Atlet binaraga Ade Rai dan komedian Mpok Alpa terlibat dalam proses shooting iklan salah satu produk andalan Sido Muncul yakni Kuku Bima di kawasan Museum Purna Bhakti Pertiwi Jakarta, Rabu (5/2/2020)Dok. Sido Muncul Atlet binaraga Ade Rai dan komedian Mpok Alpa terlibat dalam proses shooting iklan salah satu produk andalan Sido Muncul yakni Kuku Bima di kawasan Museum Purna Bhakti Pertiwi Jakarta, Rabu (5/2/2020)

Kali ini, Sido Muncul menyandingkan atlet binaraga Ade Rai dengan komedian Mpok Alpa. Adapun Ade Rai telah 15 tahun menjadi bintang iklan salah satu produk andalan Sido Muncul yakni Kuku Bima.

Pada satu kesempatan, Mpok Alpa dan Ade Rai tampak berinteraksi di sebuah warung yang terletak dekat proyek pembangunan hotel.

Lewat dialog dan visualisasi, informasi pentingnya investasi bagi masyarakat Indonesia disampaikan para talent tersebut.

"Nah, iklan ini intinya memberikan penjelasan bahwa apa yang dilakukan pemerintah itu sudah betul," kata Irwan.

Kontribusi Sido Muncul

Dampak investasi, ia melanjutkan, dapat dilihat dari Sido Muncul yang telah puluhan tahun menjalankan bisnis. Saat ini, ada 4.000 tenaga kerja yang berkarya di Sido Muncul.

Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat hadir pada proses shooting iklan salah satu produk andalan Sido Muncul yakni Kuku Bima. Shooting dilakukan di kawasan Museum Purna Bhakti Pertiwi Jakarta, Rabu (5/2/2020)Dok. Sido Muncul Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat hadir pada proses shooting iklan salah satu produk andalan Sido Muncul yakni Kuku Bima. Shooting dilakukan di kawasan Museum Purna Bhakti Pertiwi Jakarta, Rabu (5/2/2020)

Selain itu, Sido Muncul memiliki 120 distributor di seluruh Indonesia. Nah, 70 dari 120 distributor tersebut merupakan hasil binaan Sido Muncul.

”Dulunya karyawan, salesman lalu kami bina dari nol sampai mampu jadi distributor. Sekarang mereka bisa memperoleh Rp 5 miliar per bulannya,” ujar Irwan.

Sido Muncul selama 30 tahun bermitra dengan 120 kelompok tani. Dengan adanya kelompok tani binaan tersebut, Sido Muncul bisa memperoleh bahan baku berkualitas.

”Sido Muncul ini sebuah perusahaan yang ke hulunya bekerja sama dengan petani,” kata dia.

Sementara itu, di bagian hilir, usaha yang dijalankan Sido Muncul melibatkan puluhan ribu pedagang jamu.

 

Hotel Tentrem

Fokus bisnis Sido Muncul memang tak melulu pada produk jamu dan herbal. Dalam perkembangannya, Sido Muncul pun memiliki Hotel Tentrem di Yogyakarta.

Saat ini, Hotel Tentrem mampu menyerap tenaga kerja di sektor pariwisata. Selain itu, Hotel Tentrem Yogyakarta menyetor pajak sekitar Rp 15 miliar setiap tahun.

Irwan menjelaskan, setoran pajak tersebut tentu berdampak pada pendapatan asli daerah (PAD) Yogyakarta.

Presidential Suite di Hotel Tentrem, YogyakartaHOTEL TENTREM Presidential Suite di Hotel Tentrem, Yogyakarta

Bahkan, tak lama lagi pembangunan Hotel Tentrem di Kota Semarang rampung. Rencananya, imbuh Irwan, Hotel Tentrem tersebut akan diresmikan pada April 2020.

Adapun tenaga kerja yang bisa diserap bila Hotel Tentrem Semarang telah beroperasi diperkirakan mencapai 4.000 orang.

Berbeda dengan Yogyakarta, Hotel Tentrem di Semarang menggabungkan hotel dengan mal dan apartemen.

Dengan konsep itu, Irwan optimistis Hotel Tentrem mampu berkontribusi pada Kota Semarang lewat pajak yang nilainya signifikan, yakni Rp 30 miliar hingga Rp 40 miliar per tahun.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya