Meski Ekonomi Melambat, Rupiah dan IHSG Diproyeksi Tetap Menguat

Kompas.com - 06/02/2020, 14:11 WIB
 Suasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). IHSG dibuka pada 6.381,18 naik 22,56 poin dibandingkan penutupan perdagangan Jumat lalu. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Suasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). IHSG dibuka pada 6.381,18 naik 22,56 poin dibandingkan penutupan perdagangan Jumat lalu.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kurs rupiah dan indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksi menguat pada penutupan pasar hari ini, Kamis (6/2/2020).

Analis Bahana Sekuritas Muhammad Wafi mengatakan, penguatan ini didukung oleh beberapa sentimen, diantaranya realisasi pertumbuhan ekonomi 2019 yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) Rabu (5/2/2020).

"Pertumbuhan ekonomi sesuai dengan ekspektasi pasar," kata Wati dalam keterangan tertulis, Jakarta, Kamis (6/2/2020).

Baca juga: Dua Hari, Jeff Bezos Lego Saham Amazon Rp 24,7 Triliun

Ia menuturkan, akibat pertumbuhan ekonomi yang sesuai dengan ekspektasi pasar, sehingga tak reaksi yang berlebihan dari pasar. Hal itu tercermin dari penutupan IHSG pada Rabu.

Selain itu Wati mengatakan, investor juga menilai pencapaian ini cukup positif dibanding negara lainnya di Asia tenggara meski masih ada sentimen negatif dari geopolitik.

BPS mencatat realisasi pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun lalu sebesar 5,02 persen, lebih rendah dari 2018 yakni sebesar 5,17 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski mengalami perlambatan, realisasi pertumbuhan ekonomi ini lebih tinggi dari negara-negara tetangga yang tidak mampu mencapai 5 persen.

Contoh saja, Malaysia yang hingga kuartal III-2019 hanya mampu membukukan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,4 persen, lebih rendah dari pencapaian kuartal sebelumnya yang mencapai 4,9 persen.

Baca juga: Nasabah Jiwasraya Kecewa Tak Bisa Bertemu Sri Mulyani

Singapura bahkan mencatatkan pertumbuhan terendah sejak 2009, karena hanya tumbuh sebesar 0,7 persen pada 2019, bandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada 2018, yang mampu tumbuh sebesar 3,1 persen.

Hal yang sama juga dialami Thailand yang tumbuh sebesar 2,4 persen pada kuartal III-2019, membuat pemerintahnya memotong perkiraan pertumbuhan ekonomi menjadi 2,6 persen sepanjang 2019, dari perkiraan sebelumnya sekitar 2,7 - 3,2 persen.

Filipina meski tumbuh sebesar 5,9 persen untuk keseluruhan tahun lalu, namun pencapaian itu di bawah target yang ditetapkan pemerintahnya sekitar 6 - 6,5 persen untuk sepanjang 2019.

Dengan sentimen positif yang akan mewarnai pasar uang domestik, Bahana memperkirakan indeks akan berada pada kisaran 5.970 – 6.015. Sedangkan rupiah diperkirakan berada pada range Rp 13.600 – Rp 13.750 sepanjang perdagangan hari ini.

Baca juga: Ingin Kaya Saat Pensiun? Ikuti 5 Prinsip Ini



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kejar Investasi Rp 1.200 Triliun di 2022, Bahlil Minta Anggaran Kementeriannya Ditambah Rp 600 Miliar

Kejar Investasi Rp 1.200 Triliun di 2022, Bahlil Minta Anggaran Kementeriannya Ditambah Rp 600 Miliar

Whats New
Pengusaha Retail Keluhkan Regulasi Pemprov DKI Jakarta Terkait Larangan Display Rokok

Pengusaha Retail Keluhkan Regulasi Pemprov DKI Jakarta Terkait Larangan Display Rokok

Rilis
ADB Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2022 Jadi 4,8 Persen

ADB Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2022 Jadi 4,8 Persen

Whats New
Gubernur BI Beberkan Dampak Krisis Evergrande ke Indonesia

Gubernur BI Beberkan Dampak Krisis Evergrande ke Indonesia

Whats New
Tips Hindari Transaksi Bodong Pinjol Ilegal

Tips Hindari Transaksi Bodong Pinjol Ilegal

Rilis
 IHSG Parkir di Zona Hijau pada Penutupan Sesi I, Rupiah Melemah

IHSG Parkir di Zona Hijau pada Penutupan Sesi I, Rupiah Melemah

Whats New
Kementan dan Kemendag Beda Pendapat soal Penyebab Kenaikan Harga Jagung

Kementan dan Kemendag Beda Pendapat soal Penyebab Kenaikan Harga Jagung

Whats New
Bantah Pernyataan Menteri Perdagangan, Kementan Buka-bukaan Soal Stok Jagung

Bantah Pernyataan Menteri Perdagangan, Kementan Buka-bukaan Soal Stok Jagung

Whats New
ADB Kembali Pangkas Proyeksi Ekonomi RI, Jadi 3,5 Persen Sepanjang 2021

ADB Kembali Pangkas Proyeksi Ekonomi RI, Jadi 3,5 Persen Sepanjang 2021

Whats New
Harga Bitcoin Terus Merosot, Kini Sentuh Rp 590 Juta

Harga Bitcoin Terus Merosot, Kini Sentuh Rp 590 Juta

Whats New
Agustus 2021, Uang Beredar di Indonesia Hampir Tembus Rp 7.200 Triliun

Agustus 2021, Uang Beredar di Indonesia Hampir Tembus Rp 7.200 Triliun

Whats New
Anggota DPR Sebut Ada Warga yang Tak Bisa Cairkan BLT UMKM karena Belum Vaksinasi

Anggota DPR Sebut Ada Warga yang Tak Bisa Cairkan BLT UMKM karena Belum Vaksinasi

Whats New
Likuiditas Melimpah hingga Capai Level Tertinggi Sepanjang Sejarah, BI Minta Bank Salurkan Kredit

Likuiditas Melimpah hingga Capai Level Tertinggi Sepanjang Sejarah, BI Minta Bank Salurkan Kredit

Whats New
Berdikari Datangkan Gandum untuk  Stabilisasi Harga Pakan

Berdikari Datangkan Gandum untuk Stabilisasi Harga Pakan

Whats New
Ragam Tingkah Pengemplang BLBI, Tak Penuhi Panggilan hingga Mengaku Tak Punya Utang

Ragam Tingkah Pengemplang BLBI, Tak Penuhi Panggilan hingga Mengaku Tak Punya Utang

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.