Bos ASDP Keluhkan Keberadaan “Petruk” di Pelabuhan Merak

Kompas.com - 06/02/2020, 15:10 WIB
Sejumlah kendaraan pemudik dari Sumatera meninggalkan kapal roro di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, Minggu (9/6/2019). Puncak arus balik  di Pelabuhan Merak diprediksi terjadi pada H+4 hari Minggu (9/6) karena para pemudik akan kembali bekerja pada hari Senin (10/6). ANTARA FOTO/DZIKI OKTOMAULIYADISejumlah kendaraan pemudik dari Sumatera meninggalkan kapal roro di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, Minggu (9/6/2019). Puncak arus balik di Pelabuhan Merak diprediksi terjadi pada H+4 hari Minggu (9/6) karena para pemudik akan kembali bekerja pada hari Senin (10/6).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengeluhkan keberadaan “Petruk” di pelabuhan yang dikelola perseroannya.

Ira menjelaskan, Petruk merupakan istilah lain dari pengurus truk. Cara kerja Petruk, yakni mengarahkan sebuah truk untuk menumpangi kapal tertentu.

Tentu saja, tarif yang ditawarkan Petruk lebih murah dari tarif yang telah ditentukan. Misalnya, jika tarif resmi sebuah truk untuk masuk ke kapal sebesar Rp 2 juta, maka harga yang ditawarkan Petruk hanya Rp 1,7 juta.

Baca juga: Mulai Maret, Penumpang Pelabuhan Merak Wajib Pesan Tiket Secara Online

“Petruk ini sejarahnya panjang banget, di sana ada komunitas jawara udah seabad, salah satu pusat ekonomi itu adalah Pelabuhan Merak,” ujar Ira di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (6/2/2020).

Atas dasar itu, mulai 1 Maret 2020 di Pelabuhan Merak mulai diwajibkan pemesanan tiket dengan cara online.

Dengan begitu, tak bisa lagi para pengguna moda transportasi tersebut membeli tiket secara manual.

Baca juga: Selain ASDP, Erick Thohir Juga Rombak Direksi Pelni

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X