Layanan SMS dan Telepon Diperkirakan Akan Punah pada 2022

Kompas.com - 06/02/2020, 15:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi memprediksi perusahaan telekomunikasi akan segera menghentikan SMS dan telepon pada 2022.

Menurut dia, saat ini para perusahaan telekomunikasi sedang menuju transisi karena penggunaan layanan telepon dan SMS terus berkurang.

"Secara alamiah, memang ada penurunan karena semakin sedikit orang membeli pulsa untuk telepon dan SMS," ucapnya saat ditemui di Kompas.com, di Balai Kartini, Rabu (5/2/2020).

Baca juga: Saat Kekecewaan Korban Jiwasraya Tumpah...

Untuk saat ini saja, Heru mengatakan, tinggal 30 persen masyarakat Indonesia menggunakan telepon. SMS juga kian ditinggalkan. Kini, ucapnya, hanya sekitar 10 persen masyarakat yang masih menggunakan SMS.

Saat ini, kata Heru, bisnis voice dan SMS tidak lagi bisa diandalkan oleh operator karena sudah tergantikan oleh layanan teknologi digital baru over-the-top (OTT), misalnya WhatsApp.

Disrupsi teknologi tersebut mengubah banyak hal, mulai dari bisnis, kompetisi, adopsi dan inovasi teknologi, hingga perubahan organisasi.

“Disrupsi tidak bisa dihindari dan harus dihadapi operator telekomunikasi," ucapnya.

Baca juga: DPR Singgung Kinerja Era Susi Soal Mandeknya Perizinan Kapal

Supaya tetap bertahan dan bertumbuh, operator telekomunikasi perlu melakukan transformasi yang bertumpu pada tiga aspek, yakni merumuskan kembali visi dan kepemimpinan, inovasi dan adopsi teknologi baru, serta transformasi organisasi dan budaya digital.

Sementara itu, pengamat telekomunikasi Nonot Harsono mengatakan, transformasi digital bagi operator telekomunikasi lebih dari sekadar menjalankan bisnis dengan teknologi digital. Sebab, dibutuhkan adaptasi proses, sistem, dan budaya organisasi.

Operator telekomunikasi perlu melakukan transformasi bisnis inti agar menjadi trusted-partner dalam ekosistem digital.

“Transformasi operator telekomunikasi harus dimulai dengan perubahan mindset, transformasi dari layanan konvensional menjadi solusi digital, serta efisiensi organisasi yang berfokus menjawab kebutuhan pelanggan secara spesifik dan bertindak secara lebih cepat,” kata dia.

Baca juga: Harga Properti Mahal, Bisnis Kos-kosan Menggeliat

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.