[POPULER MONEY] Soal Ahok Rasa Dirut Pertamina | Harga Emas Turun

Kompas.com - 07/02/2020, 06:08 WIB
Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (kanan) didampingi Dirut Nicke Widyawati (kiri) dan Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman (kedua kiri) memberikan keterangan usai menemui Presiden Joko Widodo di Jakarta, Senin (9/12/2019). Presiden memerintahkan manajemen Pertamina untuk meningkatkan pengawasan penyimpangan BBM bersubsidi. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/ama. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho GumayKomisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (kanan) didampingi Dirut Nicke Widyawati (kiri) dan Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman (kedua kiri) memberikan keterangan usai menemui Presiden Joko Widodo di Jakarta, Senin (9/12/2019). Presiden memerintahkan manajemen Pertamina untuk meningkatkan pengawasan penyimpangan BBM bersubsidi. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/ama.

JAKARTA, KOMPAS.com - Artikel mengenai penjelasan Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin soal Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjadi berita populer Money Kompas.com, Kamis (6/2/2020).

Budi menanggapi pernyataan anggota DPR RI yang menyebut Ahok selayaknya Direktur Utama Pertamina.

Kemudian, ada pula berita mengenai penurunan harga emas Antam yang menarik perhatian pembaca.

1. Ahok Disebut Komisaris Rasa Dirut Pertamina, Ini Kata Wamen BUMN

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Budi Gunadi Sadikin menanggapi terkait pernyataan salah satu anggota DPR RI yang mengecap Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahja Purnama (Ahok) bagaikan direktur utama.

Dengan nada bercanda kepada awak media, Budi justru mengatakan bahwa posisi direktur utama Pertamina kerjanya jadi berbanding terbalik dengan komisaris, yang bertugas sebagai pengawas saat ini.

"Aku sudah sampaikan ke Pak Ahok (soal Komut rasa Dirut). Pak Ahok bilang ini kita dirut yang menyaru jadi komisaris utama. Begitulah kata Pak Ahok," ucapnya saat ditemui di Kantor Kementerian Kemaritiman dan Investasi (Marves), Jakarta, Kamis (6/2/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selengkapnya, baca di sini.

2. Luhut: Kami Tak Mau Kasus Meikarta Terulang

Pemerintah tengah fokus mengajak investor baik dari dalam negeri maupun asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Berbagai langkah sudah disiapkan pemerintah, mulai dari simplifikasi regulasi hingga omnibus law alias aturan sapu jagat.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, sejak periode pertama kepemimpinan Presiden Joko Widodo, perbaikan iklim investasi sudah menjadi prioritas utama di pemerintahan.

“Saya kira dengan adanya omnibus law, dan kepemimpinan Presiden Jokowi itu sangat penting, juga dilengkapi dengan menteri kabinet yang akan mendukung untuk membuat ini jadi nyata,” ujarnya di Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Selengkapnya, silakan baca di sini.

3. Tak Jadi ke China, Banyak Wisatawan Mancanegara yang Alihkan Liburan ke Bali

Pemerintah provinsi Bali mengaku mendapat turis 'kiriman' saat virus corona mewabah.

Turis "kiriman" tersebut merupakan wisatawan yang semula ingin berlibur ke China atau negara lainnya, kemudian berujung tak jadi karena wabah virus corona.

"Kami mendapat tambahan wisatawan yang tadinya bukan ke China itu larinya ke Bali. Jadi ada limpahan juga yang sebelumnya lari ke China akhirnya dia ke Bali," kata Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati saat dihubungi Kompas.com, Rabu (5/2/2020).

Selengkapnya, baca di sini.

4. Turun Lagi, Berapa Harga Emas Antam Hari Ini?

Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk pada Kamis (6/2/2020) berada di angka Rp 770.000 per gram.

Angka tersebut turun Rp 1.000 jika dibandingkan harga emas pada Rabu (5/2/2020) kemarin.

Sementara itu, harga buyback atau harga yang didapat jika pemegang emas Antam ingin menjual emas batangan tersebut berada di harga Rp 685.000. Harga tersebut turun Rp 2.000 jika dibandingkan kemarin.

Selengkapnya, silakan baca di sini.

5. Menteri Keuangan Era Soeharto JB Sumarlin Tutup Usia

Dunia perekonomian nasional tengah berduka.

Mantan Menteri Keuangan era Presiden Soeharto, Johannes Baptista Sumarlin, meninggal dunia hari ini, Kamis (6/2/2020).

Berdasarkan keterangan tertulis dari akun Twitter @KemenkeuRI, JB Sumarlin merupakan Menteri Keuangan era Kabinet Pembangunan V (1988-1993).

"Selamat jalan Menteri Keuangan RI 1988-1993, JB Sumarlin. Terima kasih telah menjadi sosok panutan yang berperan besar bagi perbaikan perekonomian Indonesia," tulis Kemenkeu dalam keterangan tersebut.

Selengkapnya, baca di sini.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.