50.000 Penerbangan Dibatalkan dari dan ke China, Maskapai Rugi Besar

Kompas.com - 07/02/2020, 09:48 WIB
Penerbangan atau pesawat terakhir ke China yang dilayani Bandara Ngurah Rai sebelum penutupan sementara per 5 Februari 2020. IstimewaPenerbangan atau pesawat terakhir ke China yang dilayani Bandara Ngurah Rai sebelum penutupan sementara per 5 Februari 2020.

BEIJING, KOMPAS.com - Satu per satu maskapai membatalkan jadwal penerbangan dari dan ke China menyusul wabah virus corona yang belum teratasi.

Menurut data dari perusahaan konsultan penerbangan Cirium, lebih dari 54.011 penerbangan atau 28 persen dari penerbangan terjadwal dari dan ke China antara tanggal 23 Januari sampai 4 Februari 2020 dibatalkan.

Adapun 14 persen di antaranya merupakan penerbangan terjadwal internasional.

Baca juga: Luhut: China Sudah Paham Kebijakan RI Soal Penghentian Penerbangan dan Impor

Melansir CNBC, Jumat (7/2/2020), jumlah permintaan penerbangan juga menunjukkan penurunan yang cukup tajam setelah Pemerintah China mengambil langkah untuk mengisolasi China agar wabah yang menewaskan 565 orang tidak semakin menyebar.

Sebelum penetapan larangan terbang, ada lebih dari 165.000 penerbangan terjadwal yang masuk dan keluar dari China antara 29 Januari dan 28 Maret 2020.

Dengan pembatasan penerbangan, maka secara otomatis akan mengurangi sebanyak 27 juta pelancong.

Keputusan ini memang memukul industri transportasi penerbangan China besar-besaran pada kuartal pertama 2020 ini. Maskapai dari puluhan negara juga membatalkan penerbangan ke China dan Hong Kong.

Baca juga: Antisipasi Virus Corona, Batik Air Kurangi Penerbangan ke Thailand

Hal ini dinilai akan menurunkan pendapatan maskapai penerbangan tahun 2020 dan berdampak pada industri pendukung lain, seperti hotel, ritel, dan pariwisata.

"Beberapa orang lebih suka tinggal di rumah karena virusnya," kata Cindy Guo dari Top Travel International.

Sementara itu, AS juga mewajibkan warga negaranya untuk kembali setelah berada di Provinsi Hubei, China, dan menjalani karantina wajib selama 14 hari.

Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS mengatakan, pihaknya memproses izin ke China rata-rata 371.780 orang di bandara AS setiap hari sepanjang tahun 2019.

Berwisata di China juga sulit karena 32 persen dari penerbangan domestik juga dibatalkan pada periode itu.

Maskapai penerbangan United Airlines minggu ini mengikuti langkah otoritas AS dalam menghentikan penerbangan ke Hong Kong dan kawasan China lainnya. Delta Air Lines juga melakukan hal yang sama.

Baca juga: Penerbangan Dipangkas, Cathay Pacific Minta Pegawainya Libur 3 Minggu Tanpa Dibayar

Administrasi Penerbangan Sipil China meminta maskapai penerbangan lokal tetap mengoperasikan penerbangan internasional ke negara-negara yang belum membatasi perjalanan ke luar negeri.

Namun, instruksi masih dipertimbangkan oleh maskapai milik China. Air China mengatakan kepada Departemen Transportasi AS terkait rencana mengurangi jadwal penerbangan dari China ke AS.

Sementara itu, layanan yang dibuka hanya untuk rute dari Beijing-Los Angeles-San Francisco. Selanjutnya dari Beijing-New York-Washington Dulles.

Walau maskapai penerbangan memiliki otorisasi untuk terbang nonstop antara Beijing-Houston-Newark, tetapi mereka berencana untuk menghentikan penerbangan tersebut.

Maskapai juga mengumumkan akan menangguhkan penerbangan ke Chengdu dan Singapura hingga akhir bulan ini.

Baca juga: Mulai Hari Ini, Angkasa Pura I Menutup Sementara Penerbangan dari dan ke China

Untuk penerbangan dari China ke Vietnam dan dari Chengdu ke Sydney ditangguhkan hingga akhir Maret ini. Sementara penerbangan Beijing-Sydney-Melbourne ditangguhkan sampai akhir Februari ini.

Cathay Pacific yang berbasis di Hong Kong minggu ini juga mengatakan akan mengurangi jadwal terbangnya ke China sebesar 90 persen.

Maskapai penerbangan tersebut juga memperingatkan tentang pengurangan jadwal penerbangan secara signifikan selama dua bulan ke depan tergantung pada kondisi pasar dan faktor lainnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber CNBC
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X