Imbas Virus Corona, Pengiriman Kargo dari China Anjlok

Kompas.com - 07/02/2020, 16:57 WIB
Ilustrasi virus corona ShutterstockIlustrasi virus corona

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Angkasa Pura II mencatat terjadinya penurunan pengiriman kargo yang berasal dari China. Penurunan tersebut terjadi setelah merebaknya isu virus corona.

“Nah Februari (cargo dari China) langsung drop. Masih (drop) sampai sekarang,” ujar Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (7/2/2020).

Awal menambahkan, penurunan tersebut terjadi sekitar 36 persen. Sebelum ada isu corona, AP II melayani pengiriman kargo dari China sebesar 6.000 ton.

Baca juga: Indonesia Setop Pasokan Gas ke Singapura Mulai 2023

“Kalau (kargo) dari China per bulan sekitar 6.000-an ton. Waktu Januari sebelum ada isu corona, dibandingkan Januari 2019 total kargo AP II 37 persen dan khusus China tumbuh 18 persen, Februari jadi drop, drop mungkin 36 persen, turun sepertiga lebih,” kata Awal.

Kendati begitu, Awal memastikan kinerja keuangan perseroannya tak terganggu akibat adanya penurunan pengiriman kargo dari China.

“Kontribusi besar kami ke domestik. Jadi tidak terlalu (berpengaruh). Jadi kargo international, khususnya dari China itu belum terlalu besar, sehingga tidak menggagu kinerja revenue,” ucap dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: OJK Kembali Bekukan Izin Perusahaan Pembiayaan

Virus corona diketahui telah menyebar ke sejumlah negara. Negara-negara tersebut adalah Kanada, China, Jepang, Singapura, Malaysia, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Amerika Serikat, Vietnam, Nepal, Perancis, dan Australia.

Corona adalah virus yang menyerang sistem pernapasan manusia. Gejala awalnya mirip seperti flu biasa yang diawali dengan demam, pusing, batuk, pilek, radang tenggorokan, dan badan lemas.

Namun, seiring berjalannya waktu, virus ini menyebabkan pneumonia ganas yang mematikan.

Baca juga: Erick Thohir: Pak Sandiaga Enggak Mungkin Jadi Dirut BUMN



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X