Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2020 Berpotensi Meningkat

Kompas.com - 07/02/2020, 20:53 WIB
Wayan A. Mahardhika,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) memprediksikan ekonomi Indonesia di 2020 berpotensi meningkat.

Namun peningkatan tersebut baru dapat dicapai kalau pemerintah mampu mengantisipasi dan mengatasi berbagai faktor yang berpotensi muncul dan faktor-faktor yang masih menghambat pertumbuhan ekonomi itu sendiri.

Sebagaimana diketahui, pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2019 gagal melebihi atau bahkan menyamai pertumbuhan ekonomi di 2018. Pertumbuhan ekonomi 2019 berada di angka 5,02 persen lebih rendah dari di 2018 yang mencapai 5,17 persen.

Peneliti CIPS, Pingkan Audrine Kosijungan mengatakan, pemerintah perlu tetap waspada dan mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi di 2020. Kondisi yang dialami Indonesia pada tahun lalu sejalan dengan dinamika perekonomian global.

"Sepanjang tahun lalu, perlambatan ekonomi di tataran global dipicu oleh beberapa hal seperti perang dagang antara Amerika Serikat dan China, menurunnya aktivitas manufaktur antarnegara, kondisi geopolitik dan meningkatnya ketegangan kawasan yang memberikan ketidakpastian pada pelaku bisnis dan investor seperti di Benua Eropa karena Brexit dan demonstrasi di Hong Kong," ucap Pingkan dalam keterangan tertulisnya, Jumat (7/2/2020).

Namun demikian, Pingkan melanjutkan, tengah ketidakpastian global tersebut, Indonesia masih terbilang aman walaupun terjadi penurunan pada pertumbuhan ekonomi secara nasional secara year-on-year (yoy).

Hal ini ditunjukkan dengan posisi Indonesia dalam lingkup G-20. Pada tahun 2019, Indonesia menempati posisi kedua tertinggi dalam aspek pertumbuhan ekonomi, terpaut oleh China di posisi pertama dengan pertumbuhan yang mencapai 6,1 persen.

India, Korea Selatan dan Amerika Serikat menyusul di bawah Indonesia pada posisi ketiga sampai kelima dengan mencatatkan pertumbuhan 4,7 persen, 2,2 persen dan 2,1 persen.

“Pertumbuhan ekonomi di 2020 berpeluang untuk meningkat. Namun pemerintah harus tetap waspada dan bergerak cepat mengatasi setiap kondisi yang berpeluang memengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia,” jelasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda

Terkini Lainnya

Cara Bayar PBB Online lewat m-Banking BCA, BRI, BNI, Mandiri, dan BSI

Cara Bayar PBB Online lewat m-Banking BCA, BRI, BNI, Mandiri, dan BSI

Spend Smart
Cara Buka Rekening BRI BritAma Valas di Aplikasi BRImo

Cara Buka Rekening BRI BritAma Valas di Aplikasi BRImo

Spend Smart
Indonesia Peringkat Tiga di SGIE 2023, Erick Thohir: Kita Ingin Jadi Nomor Satu

Indonesia Peringkat Tiga di SGIE 2023, Erick Thohir: Kita Ingin Jadi Nomor Satu

Whats New
Meningkat 17,9 Persen, Realisasi 'Extra Flight' Nataru 2023 Capai 473 Penerbangan

Meningkat 17,9 Persen, Realisasi "Extra Flight" Nataru 2023 Capai 473 Penerbangan

Whats New
Rumah Kos Bebas Pajak Hotel Mulai Tahun Depan

Rumah Kos Bebas Pajak Hotel Mulai Tahun Depan

Whats New
Ganjar Sebut Siap Kembangkan UMKM dan Koperasi dengan Program Ini

Ganjar Sebut Siap Kembangkan UMKM dan Koperasi dengan Program Ini

Whats New
Liburan Akhir Tahun, ASDP Perkuat Layanan Operasional Pelabuhan dan Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk

Liburan Akhir Tahun, ASDP Perkuat Layanan Operasional Pelabuhan dan Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk

Whats New
Lowongan Kerja PT Kimia Farma Trading & Distribution, Cek Posisi dan Syaratnya

Lowongan Kerja PT Kimia Farma Trading & Distribution, Cek Posisi dan Syaratnya

Work Smart
Ledakan Tungku Smelter Telan Korban Jiwa, Pemerintah Wajib Audit Seluruh Smelter

Ledakan Tungku Smelter Telan Korban Jiwa, Pemerintah Wajib Audit Seluruh Smelter

Whats New
Ancol Targetkan Layani 600.000 Pengunjung Selama Libur Akhir Tahun

Ancol Targetkan Layani 600.000 Pengunjung Selama Libur Akhir Tahun

Whats New
Mau Investasi di 2024, Baiknya Pilih Saham atau Obligasi?

Mau Investasi di 2024, Baiknya Pilih Saham atau Obligasi?

Earn Smart
Soal Kripto Haram, Ini Kata Asosiasi Fintech Syariah

Soal Kripto Haram, Ini Kata Asosiasi Fintech Syariah

Whats New
Kemenhub Prediksi Puncak Arus Balik Libur Akhir Tahun Belum Terjadi Hari Ini

Kemenhub Prediksi Puncak Arus Balik Libur Akhir Tahun Belum Terjadi Hari Ini

Whats New
Sejumlah Pasal di RPP Kesehatan Dinilai Ancam Sektor Pertembakauan

Sejumlah Pasal di RPP Kesehatan Dinilai Ancam Sektor Pertembakauan

Whats New
Kaleidoskop 2023: Daftar 'Startup' dan Perusahaan Teknologi yang Gulung Tikar di Indonesia

Kaleidoskop 2023: Daftar "Startup" dan Perusahaan Teknologi yang Gulung Tikar di Indonesia

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com