Harga Bawang Putih Melonjak, Kementan Gelar Operasi Pasar di 22 Titik

Kompas.com - 09/02/2020, 13:08 WIB
Pedagang membersihkan bawang putih di salah satu toko di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (5/2/2020). Kenaikan harga bawang putih terjadi karena pasokan bawang putih impor dari negara pemasoknya, China berkurang. KOMPAS.com/M ZAENUDDINPedagang membersihkan bawang putih di salah satu toko di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (5/2/2020). Kenaikan harga bawang putih terjadi karena pasokan bawang putih impor dari negara pemasoknya, China berkurang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pertanian ( Kementan) menggelar operasi pasar. Operasi ini dilakukan untuk menjaga stabilisasi harga komoditas bawang putih dan cabai di pasar umum.

Dalam operasi pasar ini, Kementan bersama food station dan PD Pasar Jaya mendistribusikan 30 ton cabai merah dan bawang putih untuk 22 pasar di DKI Jakarta.

Sebanyak 10 ton di antaranya dari Kementan dan 20 ton bawang putih lainya dari food station.

Baca juga: Importir Beberkan Penyebab Harga Bawang Putih Melambung

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan, Agung Hendriadi mengatakan, operasi ini digelar tiap adanya kenaikan harga di pasar-pasar tradisional.

Kata Agung, kondisi ini harus direspon secara cepat dengan menyediakan pangan murah untuk menstabilkan posisi harga awal.

"Hari ini kita bersama-sama mengamankan pasokan dan harga untuk keperluan rumah tangga di DKI Jakarta. Setidaknya ada 20 ton bawang putih yang kita distribusikan ke pasar tradisional dengan harga Rp 30.000 per kilo," ujarnya di Jakarta, Minggu (9/2/2020).

Menurut Agung, harga cabai rawit di pasar-pasar DKI Jakarta belakangan ini mendekati Rp 100.000.

Baca juga: Setelah Cabai Mahal, Kini Giliran Bawang Putih

Namun kondisi tersebut mulai berangsur turun hingga berada di level Rp 70.000 per kilogram. Kenaikan tersebut rata-rata disebabkan oleh faktor cuaca buruk yang terjadi beberapa waktu lalu.

Kementan menjamin semua barang yang dijual dalam Operasi Pasar ini memiliki kualitas yang cukup bagus karena didatangkan langsung dari para petani di Kalimantan, Sulawesi Selatan, dan Sumatera barat.

"Pesan Pak Mentan (Syahrul Yasin Limpo) adalah operasi pasar ini jangan sampai berhenti sebelum harganya turun di angka Rp 50,000 per kilogram," ujarnya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X