Ada Sentimen-Sentimen ini, Bagaimana IHSG Pekan Depan?

Kompas.com - 09/02/2020, 14:41 WIB
Ilustrasi saham (Pixabay) KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARIIlustrasi saham (Pixabay)

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) diproyeksi terkoreksi pada pekan depan. Hal ini ditopang oleh berbagai sentimen yang ada di pasar saham.

Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, virus corona masih menjadi sentimen utama yang membuat pelaku investor cenderung khawatir.

"Melihat potensi kekhawatiran virus corona di pekan depan kami perkirakan IHSG akan kembali terkoreksi dengan support di level 5.969 sampai 5.911 dan resistance di level 6.013 sampai 6.078," kata Hans dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu (9/2/2020).

Baca juga: Meski Ekonomi Melambat, Rupiah dan IHSG Diproyeksi Tetap Menguat

Tercatat jumlah korban meninggal karena virus corona di China sudah mencapai 803 orang, melampaui angka kematian global wabah Sindrom Pernapasan Akut Parah ( SARS).

Angka itu didapat setelah otoritas Hubei, provinsi yang menjadi sumber penyebaran, melaporkan adanya 81 kematian baru sepanjang 24 jam terakhir.

Jumlah 803 korban meninggal akibat virus corona melampaui angka kematian global SARS, di mana 774 orang meninggal pada 2002-2003.

Negara-negara mitra dagang China dipastikan tergangu perekonomiannya akibat karantina yang menganggu rantai pasokan global akibat banyak pabrik China tutup.

"Beberapa teman yang import barang dari China mengalami gangguan pasokan akibat liburnya para pekerja. Pasar akan mencermati perkiraan dampak virus corona terhadap perekonomian China dan global," tutur Hans.

Baca juga: Virus Corona Masih Akan Membayangi IHSG Pekan Ini

Selain itu, meski IHSG pekan lalu ditutup menguat 12,46 poin ke level 5.999,60, Hans menilai pola penguatan akan mulai berhenti dan mengindikasikan berkurangnya kekuatan naik.

Kendati demikian, pasar saham pekan depan juga masih ditopang oleh beberapa sentimen positif, seperti dilaksanakannya kesepakatan perang dagang fase pertama Amerika Serikar dan China.

"Kesepakatan itu positif bagi pasar karena mengurangi kekhawatiran dampak perang dagang AS-China yang menekan pertumbuhan global," ujar Hans.

Kemudian, beredarnya kabar ditemukannya vaksin yang dapat menyembuhkan virus corona juga menjadi sentimen positif tersendiri bagi para investor.

" Pelaku pasar kami rekomendasikan tetap tenang dan kembali melakukan BOW (pembelian waktu terjadi pelemahan)," ucap dia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Stafsus Erick Thohir: Hampir Semua Negara “Bertempur” Mencari PCR

Stafsus Erick Thohir: Hampir Semua Negara “Bertempur” Mencari PCR

Whats New
[POPULER MONEY] Luhut Tetap Ingin Tuntut Said Didu | Jumlah Paten China Kalahkan AS

[POPULER MONEY] Luhut Tetap Ingin Tuntut Said Didu | Jumlah Paten China Kalahkan AS

Whats New
Bill Gates Prediksi AS Benar-benar Terbebas dari Virus Corona Pada Tahun 2021

Bill Gates Prediksi AS Benar-benar Terbebas dari Virus Corona Pada Tahun 2021

Whats New
Kadin Usul Pemerintah Bantu Bayar THR Karyawan

Kadin Usul Pemerintah Bantu Bayar THR Karyawan

Whats New
Wastafel Portabel Produksi BLK Lembang Mulai Didistribusikan

Wastafel Portabel Produksi BLK Lembang Mulai Didistribusikan

Whats New
Kemenhub Godok Aturan soal Pengendalian Mudik 2020

Kemenhub Godok Aturan soal Pengendalian Mudik 2020

Whats New
1,2 Juta Pekerja Dirumahkan dan PHK, Menaker Minta Pengusaha Cari Solusi Lain

1,2 Juta Pekerja Dirumahkan dan PHK, Menaker Minta Pengusaha Cari Solusi Lain

Whats New
BAZNAS Salurkan Infak Biaya Asuransi untuk 17.000 Relawan Gugus Tugas Covid-19

BAZNAS Salurkan Infak Biaya Asuransi untuk 17.000 Relawan Gugus Tugas Covid-19

Whats New
Pemerintah Alihkan Dana Desa hingga Rp 24 Triliun untuk BLT

Pemerintah Alihkan Dana Desa hingga Rp 24 Triliun untuk BLT

Whats New
Siap-siap, Pemerintah Bakal Guyur 250.000 Ton Gula ke Pasar

Siap-siap, Pemerintah Bakal Guyur 250.000 Ton Gula ke Pasar

Whats New
DANA Ajak Penggunanya Mendata Warung, Untuk Apa?

DANA Ajak Penggunanya Mendata Warung, Untuk Apa?

Whats New
Dukung Pembatasan Sosial, PGN Terapkan Catat Meter Mandiri dan Dorong Pembayaran Daring

Dukung Pembatasan Sosial, PGN Terapkan Catat Meter Mandiri dan Dorong Pembayaran Daring

Whats New
Bank dan Leasing Sudah Mulai Terima Keringanan Kredit Nasabah

Bank dan Leasing Sudah Mulai Terima Keringanan Kredit Nasabah

Whats New
Demi Penanganan Corona, Sri Mulyani Tunda Pencairan Anggaran Proyek Infrastruktur Kurang Prioritas

Demi Penanganan Corona, Sri Mulyani Tunda Pencairan Anggaran Proyek Infrastruktur Kurang Prioritas

Whats New
Pemilik Djarum Masih Jadi Orang Terkaya RI versi Forbes 2020

Pemilik Djarum Masih Jadi Orang Terkaya RI versi Forbes 2020

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X