Perang Lawan Corona, China Sudah Kuras Duit Rp 62 Triliun

Kompas.com - 10/02/2020, 13:15 WIB
epa08200038 Workers from a disinfection service company enter Lotte Department Store in central Seoul, South Korea, 07 February 2020, after it was temporarily closed for a cleanup following a recent visit there by a patient diagnosed with the new coronavirus.  EPA-EFE/YONHAP SOUTH KOREA OUT YONHAPepa08200038 Workers from a disinfection service company enter Lotte Department Store in central Seoul, South Korea, 07 February 2020, after it was temporarily closed for a cleanup following a recent visit there by a patient diagnosed with the new coronavirus. EPA-EFE/YONHAP SOUTH KOREA OUT
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejak mewabahnya virus corona, Pemerintah China sudah menggelontorkan dana 31,6 miliar yuan atau sekitar Rp 62 triliun (kurs Rp 1.962) untuk menanggulangi virus mematikan tersebut.

Dilansir dari Bloomberg, Senin (10/2/2020), Menteri Keuangan China Liu Kun mengatakan, pemerintah telah mengalokasikan dana 71,9 miliar yuan untuk mengatasi masalah corona.

Dana tersebut digunakan untuk memastikan operasional perawatan medis serta langkah-langkah pengendalian penyebaran virus di seluruh negeri.

"Otoritas fiskal pemerintah pusat akan terus menawarkan kebijakan yang memudahkan pembatasan penyebaran virus," kata Liu seperti dikutip di laman resmi Kementerian Keuangan China.

Baca juga: Dampak Virus Corona Ancam Industri Otomotif Dunia, Kok Bisa?

Hingga Senin (10/2/2020), total korban meninggal mencapai 910 orang, dengan angka infeksi mencapai 40.553 kasus.

Lebih dari 2.600 kasus baru juga ditemukan kembali di Hubei, provinsi di mana virus corona dipercaya pertama kali menyebar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ratusan kasus terkait virus corona juga dilaporkan setidaknya dari beberapa negara di luar China termasuk Amerika Serikat (AS) yang tercatat memiliki 12 kasus terkonfirmasi.

Dikutip dari CNN, otoritas kesehatan Hubei melaporkan tambahan 91 orang meninggal dunia karena virus corona di Provinsi Hubei pada Minggu (9/2/2020) siang.

Baca juga: Bayang-bayang Krisis Hantui Singapura Pasca Serangan Corona

Angka kematian ini meningkatkan total kematian di episenter virus corona baru ini menjadi 871 kasus. Jadi, total jumlah kematian di daratan China akibat virus corona telah mencapai 902 orang.

Sementara, kasus kematian yang terjadi di luar daratan China berjumlah dua kasus, yaitu satu kasus di Filipina dan satu kasus di Hong Kong.

Jumlah kematian yang disebabkan oleh virus corona ini kini telah melebihi jumlah total kematian yang disebabkan oleh SARS, virus yang juga mewabah pada tahun 2003.

Saat mewabah pada 2003, SARS menewaskan 774 orang di seluruh dunia.

Atas keadaan ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun telah mengumumkan bahwa pihaknya akan mengirimkan tim ke China untuk menginvestigasi wabah virus corona. Ketua tim direncanakan pergi pada Senin atau Selasa pekan ini.

Baca juga: Serangan Virus Corona Bikin Industri Penerbangan Kacau Balau

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bank Neo Luncurkan Kampanye Neoliuner, Dorong Fleksibilitas Masyarakat Bertransaksi di Bank

Bank Neo Luncurkan Kampanye Neoliuner, Dorong Fleksibilitas Masyarakat Bertransaksi di Bank

Rilis
Komoditas Ekspor Indonesia dari Hasil Pertanian dan Industri

Komoditas Ekspor Indonesia dari Hasil Pertanian dan Industri

Whats New
Sambut Hari Disabilitas Internasional, Shopee Buat Pelatihan Bisnis Digital Shopee bagi Teman Tuli

Sambut Hari Disabilitas Internasional, Shopee Buat Pelatihan Bisnis Digital Shopee bagi Teman Tuli

Work Smart
Kredivo Prediksi Makin Banyak Orang Pakai Paylater Untuk Belanja Barang Mahal Tahun Depan

Kredivo Prediksi Makin Banyak Orang Pakai Paylater Untuk Belanja Barang Mahal Tahun Depan

Whats New
Inovasi dan Adopsi Teknologi Jadi Kunci Ekspansi Pertumbuhan Sektor Jasa

Inovasi dan Adopsi Teknologi Jadi Kunci Ekspansi Pertumbuhan Sektor Jasa

Rilis
IHSG Diprediksi Lanjutkan Penguatan, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Diprediksi Lanjutkan Penguatan, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Mengawali Debut di Nasdaq, Saham Grab Ditutup Melemah

Mengawali Debut di Nasdaq, Saham Grab Ditutup Melemah

Whats New
[POPULER MONEY] Uang yang Didapat Messi dari Ballon d'Or | China Minta Indonesia Setop Pengeboran di Natuna Utara

[POPULER MONEY] Uang yang Didapat Messi dari Ballon d'Or | China Minta Indonesia Setop Pengeboran di Natuna Utara

Whats New
Soroti Aset Kripto, Bos OJK: Hampir Tidak Punya Fundamental

Soroti Aset Kripto, Bos OJK: Hampir Tidak Punya Fundamental

Whats New
Sempat Tutup 3 Bulan, Ini Cerita Pengusaha Resto di Bali Bertahan di Tengah Pandemi

Sempat Tutup 3 Bulan, Ini Cerita Pengusaha Resto di Bali Bertahan di Tengah Pandemi

Whats New
Cerita Tuyuloveme, Seniman Mural Indonesia yang 'Coretannya' Eksis di Australia Hingga Rusia

Cerita Tuyuloveme, Seniman Mural Indonesia yang "Coretannya" Eksis di Australia Hingga Rusia

Rilis
Mengejar Target Pertumbuhan Ekonomi 2021

Mengejar Target Pertumbuhan Ekonomi 2021

Whats New
Daftar 10 Orang Terkaya di Dunia di Penghujung 2021

Daftar 10 Orang Terkaya di Dunia di Penghujung 2021

Smartpreneur
Sah, Grab Melantai di Bursa Saham AS

Sah, Grab Melantai di Bursa Saham AS

Whats New
Prospek Bisnis Elektronik di Akhir Tahun

Prospek Bisnis Elektronik di Akhir Tahun

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.