Tugu di Tol Madiun Dianggap Mirip Palu Arit, Ini Kata Jasamarga

Kompas.com - 10/02/2020, 14:19 WIB
Dok. Jasa Marga Dok. Jasa MargaDok. Jasa Marga

JAKARTA, KOMPAS.com - Jagat media sosial dihebohkan dengan keberadaan tugu di Gerbang Tol (GT) Madiun. Patung iconic tersebut disebut-sebut mirip dengan simbol palu arit yang identik dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) di masa lalu.

Bahkan sejumlah warga sempat meminta tugu bercat putih itu dibongkar karena mengandung unsur PKI. Terlebih, Madiun sendiri memiliki catatan sejarah kelam terkait pemberontakan PKI.

Tugu yang disebut-sebut menyerupai palu arit itu sebenarnya merupakan lambang identitas operator tol tersebut.

Tugu tersebut berada di jalan tol yang dikelola PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK), anak perusahaan PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Direktur Utama JNK Dwi Winarsa, menjelaskan kalau tugu iconic JNK yang menjulang tinggi dan melingkar itu punya makna filosofis tersendiri.

Baca juga: Jasa Marga Sebut Tarif Tol Akan Disesuaikan dengan Kelaikan Rest Area

"Dilihat dari sisi sudut tertentu Tugu Iconic membentuk huruf J-N-K. Tugu menjulang vertikal jika dilihat dari arah barat ke timur membentuk huruf “J”," jelas Dwi dalam keterangan tertulisnya, Senin (10/2/2020). 

"Lengkung jalan tol yang melingkar jika dilihat dari atas akan membentuk huruf “N”. Serta yang terakhir, secara keseluruhan jika dilihat dari arah SS Madiun ke arah timur akan membentuk huruf “K”," tambahnya.

Menurut dia, filosofi logo JNK berbentuk lingkaran biru yang melambangkan bahwa dalam menjalankan bisnis, Perusahaan mengikti kaidah-kaidah universal yang berlaku (global act).

Tugu putih menjulang melambangkan perusahaan berorientasi pada pertumbuhan shareholder value dan peningkatan prosperity stakeholder dengan memperhatikan prinsip good corporate governance.

Sementara itu, lengkung jalan tol berwarna kuning melambangkan Perusahaan senantiasa memberikan layanan jalan tol terbaik yang berorientasi kepada pelanggan.

Baca juga: Jasa Marga Akan Ganti Rugi 7 Mobil yang Pecah Ban di Tol Prof Soedijatmo

Diungkapkan Dwi, pembangunan tugu tersebut belum sepenuhnya rampung. Pihaknya akan menambah tulisan JNK di monumen tersebut.

“Pembangunan tugu iconic akan dilengkapi dengan penambahan huruf JNK tinggi sekitar 1,5 meter dari bahan acrylic dengan pencahayaan tinggi. Huruf JNK tersebut ditempatkan sebelah kanan tugu dan pelaksanaannya akan dikerjakan pada tahun ini,” kata Dwi.

Penempatan tugu ikonik itu juga tak sembarangan. Pemilihan GT Madiun dilakukan karena pintu tersebut merupakan akses paling ramai di antara GT lainnya.

"Selain itu, kami mencatat di GT Madiun memiliki volume lalu lintas tertinggi dibandingkan dengan GT lainnya seperti Caruba maupun Nganjuk," ujar Dwi.

Di media sosial, ramainya tugu mirip palu arit PKI ini juga dicuitkan Fadli Zon.

Baca juga: Jasa Marga Upayakan Sertifikasi Green Tol Road

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.