Soal 10 Persen Saham untuk Pemprov Babel, PT Timah Serahkan ke Pemerintah

Kompas.com - 10/02/2020, 14:34 WIB
Jajaran Direksi dan Komisaris Timah KOMPAS.com/Rully R. RamliJajaran Direksi dan Komisaris Timah
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Bangka Belitung tengah berencana mengakuisisi 10 persen saham PT Timah (Persero) Tbk. Rencana tersebut diusung untuk meningkatkan angka pendapatan daerah.

Merespon rencana tersebut, Direktur Utama Timah Riza Pahlevi mengatakan pihaknya menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada pemerintah dalam hal ini, Kementerian BUMN.

"Permintaan saham kami serahkan kepada pemegang saham kepada pemerintah," ujar dia usai menggelar RUPSLB, di Jakarta, Senin (10/2/2020).

Baca juga: Dari Mantan Gubernur hingga Deputi BIN Jadi Komisaris Baru PT Timah

Pasalnya, saat ini saham mayoritas masih dimiliki pemerintah melalui PT Indonesia Asahan Aluminium atau Inalum (Persero) dengan porsi 65 persen, sementara 35 persen saham dimiliki publik.

Riza menekankan, pihaknya akan mengikuti apapun keputusan yang diambil oleh pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas.

"Pada prinsipnya PT Timah sebagai badan usaha akan akan selalu mengikuti permintaan pemegang saham," kata dia.

Sebelumnya, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan mengatakan Provinsi Kepulauan Babel layak memiliki 10 persen saham PT Timah, guna mempercepat pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di daerah tersebut.

Baca juga: Perang Lawan Corona, China Sudah Kuras Duit Rp 62 Triliun

"Kami ingin dengan kepemilikan saham 10 persen ini, sehingga PT Timah Tbk dan Pemprov bisa bersama-sama membangun daerah," kata Erzaldi dikutip dari Antara.

Pemprov Kepulauan Babel bersama Komisi VI DPR RI dan DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sepakat mendukung permintaan kepemilikan salam 10 persen PT Timah. 

Nantinya komposisi saham perusahaan berpelat merah itu menjadi 55 persen untuk pemerintah pusat, 10 persen untuk Pemprov Babel melalui PT Bumi Bangka Belitung Sejahtera atau PT B3S, dan saham publik 35 persen.

“Selama ini, kita hanya mendapatkan royalti sebesar 3 persen saja dari keuntungan ekspor PT Timah Tbk," ucapnya.

Baca juga: Survei: Erick Thohir Jadi Menteri yang Paling Disukai

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X